Sekda Papua Barat Ajak ASN Perkuat Budaya Tertib Arsip

0
Sekda Papua Barat, Ali Baham Temongmere Memimpin Apel Peringatan Hari Kearsipan ke-55 di halaman kantor Gubernur Papua Barat. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) memperkuat budaya tertib arsip sebagai bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Sekda Ali Baham, saat membacakan sambutan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, dalam apel gabungan ASN di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/5/2026).

Dalam sambutan tersebut, Mego menegaskan bahwa arsip bukan sekadar rekaman masa lalu, melainkan aset strategis nasional yang berperan penting dalam mengarahkan masa depan bangsa.

“Arsip berperan sebagai penjaga memori kolektif yang menjamin validitas data dan informasi, keberlanjutan nilai, serta akuntabilitas penyelenggaraan negara,” ujar Ali saat membacakan sambutan Kepala ANRI.

Ia mengatakan, tema Hari Kearsipan ke-55 tahun 2026, yakni “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”, menegaskan pentingnya pengelolaan arsip yang autentik, terpercaya, dan terintegrasi dalam mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, transformasi tata kelola pemerintahan dan layanan publik tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan sistem kearsipan yang baik.

Karena itu, bidang kearsipan didorong menjadi fondasi akuntabilitas pelaksanaan berbagai agenda strategis nasional.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan capaian indeks transformasi kearsipan nasional tahun 2025 yang melampaui target, yakni mencapai 73,64 dari target 72,03.

Selain itu, indeks memori kolektif bangsa juga berhasil mencapai 75,33 atau melampaui target 71,65.

Meski demikian, ANRI mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan kearsipan nasional, di antaranya keterbatasan sumber daya, meningkatnya kebutuhan transformasi digital, hingga belum meratanya tingkat kematangan pengelolaan arsip di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Karena itu, seluruh civitas kearsipan, baik di tingkat pusat maupun daerah, diajak memperkuat kolaborasi dan inovasi untuk menghadirkan tata kelola arsip yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

“Mari kita jadikan bidang kearsipan sebagai bagian penting dalam transformasi bangsa,” kata Ali mengutip sambutan Kepala ANRI.

Peringatan Hari Kearsipan ke-55 tahun 2026 mengusung semangat memperkuat kolaborasi, inovasi, dan transformasi kearsipan guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif serta visi Indonesia Emas 2045. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses