
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Festival Rupiah dan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Bumi Kasuari atau First Kasuari Tahun 2026 dengan tema “Rupiah Menginspirasi, Generasi Berprestasi, Digitalisasi Mengakselerasi”.
Kegiatan ini digelar dalam rangka mendukung kebijakan BI di bidang pengedaran uang serta program edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap uang rupiah.
First Kasuari 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat Yohan Agusta Harmawan dan Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono di salah satu pusat perbelanjaan modern di Manokwari pada, Jumat (10/7/2026)
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi layanan booth edukasi rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, perlindungan konsumen, pojok inflasi, talkshow, perlombaan dan hiburan yang menghadirkan penyanyi solo Glen Sebastian, serta showcase produk karya CBP Rupiah di Provinsi Papua Barat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Yohan Agusta Harmawan, mengatakan First Kasuari merupakan ajang apresiasi, kolaborasi, sekaligus edukasi terkait rupiah.
“Tema ini mengandung harapan besar. Kami ingin melihat generasi muda Papua Barat tumbuh menjadi generasi yang mencintai bangsanya, bangga menggunakan rupiah, cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital, dan siap menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045 mendatang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya merawat rupiah turut ditampilkan melalui berbagai gambar tokoh pahlawan seperti Frans Kaisiepo, serta warisan budaya dan alam seperti keindahan Raja Ampat dan Tari Tifa.
“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang menjadi milik seluruh rakyat. Kita harus menyadari fungsi rupiah dalam perekonomian yang digunakan untuk transaksi ekonomi sehari-hari,” katanya.
Yohan menambahkan, melalui First Kasuari pihaknya tidak hanya mengajak masyarakat mengenal uang rupiah tunai lebih dekat, tetapi juga memahami perkembangan sistem pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan andal.
“Saat ini BI terus mendorong transformasi pembayaran melalui berbagai inovasi seperti QRIS, BI-FAST, elektronifikasi transaksi, serta penguatan perlindungan konsumen,” jelasnya.
Ia mengatakan, kemajuan teknologi harus diiringi dengan kebijaksanaan, yakni bijak menggunakan uang tunai, bijak bertransaksi secara digital, dan bijak berbelanja sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mendukung pengendalian inflasi di daerah.
Yohan menjelaskan, selama tiga hari ke depan, yakni 10-12 Juli 2026, First Kasuari akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, inspiratif, dan menghibur, seperti talkshow terkait rupiah dan literasi keuangan, lomba-lomba bertema wawasan rupiah, serta kegiatan sosial berupa donor darah. Rangkaian acara akan ditutup dengan penampilan seorang penyanyi dari Glen Sebastian.
“Dalam pembukaan hari ini, kami juga meluncurkan buku cerita ‘Rupiah dari Bumi Kasuari’ yang berisi kisah-kisah sarat makna dari anak-anak Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam berinteraksi dengan rupiah,” pungkasnya. (dra)




















