3.904 Pasien di Papua Barat Sedang Berjuang Melawan Covid-19

0
Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Sebanyak 3.904 pasien di Provinsi Papua Barat sedang berjuang melawan Covid-19 dari tempat perawatan di rumah sakit maupun di tempat-tempat isolasi mandiri yang tersebar di  12 kabupaten dan 1 kota yang ada di Provinsi Papua Barat.
“Tingkat penularan virus Corona di provinsi ini sudah di atas 60 persen dengan temuan kasus lebih dari 150 orang terpapar setiap harinya,” ungkap Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap di Manokwari,  Rabu (14/7/2021).
dr Arnold –biasa ia disapa–  mengatakan bahwa meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi Papua Barat ini bukan sebuah rekayasa,  tapi Covid-19 ini sangat nyata, di Papua Barat ini sekitar kurang lebih 219 pasien Covid-19 yang sudah  meninggal.
Arnold menegaskan semua tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat yang terlibat dalam tim Covid-19  mereka secara pribadi telah disumpah, karena profesi yang saat ini mereka jalankan merupakan profesi  yang sangat mulia demi keselamatan nyawa banyak manusia.
Dr Arnold menambahkan dimana fasilitas kesehatan rumah sakit khusus yang menangani pasien Covid-19 sudah over kapasitas menghadapi lonjakan kasus positif Corona di provinsi ini. “Apapun upaya kita dan seberapa banyak penambahan fasilitas kesehatan bagi pasien Covid-19, tidak bisa menghentikan tingkat penularan virus ini, jika masyarakat masih saja mengabaikan protokol kesehatan,” tandas Arnold.
Arnold mengakui, bahwa upaya pemerintah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro/Darurat merupakan salah satu alternatif untuk mengajak masyarakat kembali sadar. “Bahwa kita sudah terjebak. Saya ingatkan kita semua, agar tinggalkan perdebatan. Masing-masing orang pastikan dirinya sehat dan aman dari serangan virus Corona yang ada di sekitar kita dengan taat protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah,” tuturnya.
Sementara  Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Maxsi Nelson Ahoren, mengimbau kepada warga masyarakat yang berada di wilayah Papua Barat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.  “Kita orang Papua sudah sedikit,  sehingga jangan sampai pandemi Covid-19 ini mengurangi kita hanya karena kita tidak mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya. (aa)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.