Ketua MRPB Dukung Penerapan PPKM Darurat

0
131
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Maxsi Nelson Ahoren mendukung penuh keputusan pemerintah dengan adanya Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong.
Maxsi menilai dengan pemberlakukan PPKM Darurat ini merupakan upaya  pemerintah untuk menekan naiknya angka yang terpapar di Provinsi Papua Barat. “Dan ini dilakukan pemerintah untuk kebaikan kita semua dan itu harus patut kita hargai,” tutur Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren saat ditemui wartawan di Manokwari,  Rabu (14/7/2021). Menurutnya Provinsi Papua Barat dua bulan terakhir ini mengalami kenaikan  yang cukup tinggi.
Sehingga dirinya mengajak warga masyarakat untuk tetap mematuhi protokol  kesehatan dengan  tetap memakai masker,  mencuri tangan setiap habis aktifitas,  menjaga jarak,  dan hindari berkerumun.
Selain itu dirinya meminta kepada pemerintah, dengan menerapkan pembatasan waktu ini pastikan rakyat akan tenang di rumah dan perlu adanya fasilitas-fasilitas dari pemerintah untuk mendukung masyarakat yang dirumahkan dengan bantuan sembako dan lainnya. “Ini merupakan tugas dari pada Gubernur dan Bupati untuk dapat membantu masyarakatnya,” kata Maxsi.
Menurut dia, sebaiknya Covid-19 dianggap sebagai sahabat. Dalam artian mematuhi apa yang menjadi instruksi dari pemerintah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker,  menjaga jarak, mencuci tangan,  hindari kerumunan. “Awalnya kita di Papua Barat ini masih bisa melihat banyak daerah yang kuning dan hijau,  namun sekarang ini hampir semua kabupaten/ kota sudah merah. Oleh karena itu dengan situasi Covid-19 seperti saat ini dengan masuknya varian baru, maka saya mengajak kita semua untuk menjaga kesehatan, dan mari kita bersahabat dengan Covid-19, Covid -19 ini bukan musuh,” tandasnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.