KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindakop) Kabupaten Kaimana menggelar pelatihan produksi dan pengolahan hasil pangan lokal berbahan dasar buah sukun, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier.
“Pembangunan sektor pangan merupakan salah satu prioritas nasional. Pemkab Kaimana tengah berupaya mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya lokal,” kata Dedy dalam sambutannya.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.
Dedy menjelaskan, buah sukun mengandung karbohidrat, kalium, serta vitamin C dan B. Komoditas ini dinilai memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, seperti tepung, keripik, kue, dan produk pangan lainnya.
“Melalui inovasi tersebut, kita tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap bahan pokok tertentu dengan memperkuat diversifikasi pangan,” ujarnya.
Menurut Dedy, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam proses produksi, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk pangan lokal yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
“Kami akan terus berupaya mendorong potensi pengembangan pangan lokal melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani, akademisi, dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat meningkatkan produksi pangan lokal di daerah guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kaimana, Baren Tumanat, menegaskan pelatihan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar berinovasi, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan pasar.
“Dengan memanfaatkan teknologi dan manajemen usaha, produk UKM diharapkan semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional,” katanya.
Baren berharap, peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga mampu mengelola industri rumah tangga pangan (IRTP) serta memproduksi pangan lokal yang aman, bermutu, dan memiliki nilai jual tinggi. (lau)





















