DPMK Kaimana Latih Operator dan Bendahara Kampung Kelola Keuangan Desa

0

KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kaimana menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Operator Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Kampung di Aula SMA Negeri 1 Kaimana, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas operator dan bendahara kampung dalam mengelola keuangan desa secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kaimana, Yacob Ahimza Irre Warere, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat.

Dalam sambutannya, Irre menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan operator dan bendahara kampung dalam mengelola keuangan, mulai dari perencanaan, penatausahaan, pelaksanaan, hingga pelaporan pertanggungjawaban.

Menurut Irre, operator Siskeudes dan bendahara kampung memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Kampung (ADK) berjalan tertib, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengelolaan keuangan kampung harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Irre menambahkan, pengelolaan dana kampung tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pemerintah kampung dalam memastikan setiap anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, kata dia, diperlukan ketelitian dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Sebab, kesalahan dalam administrasi maupun penggunaan anggaran dapat berdampak terhadap kualitas pelaksanaan pembangunan di kampung.

“Selain penguatan pengelolaan Dana Desa dan ADK, pelatihan ini turut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman aparatur kampung terkait program prioritas kepala daerah, yakni Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka),” tegasnya.

Irre menuturkan bahwa program Samisaka diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung.

Menurutnya, pengelolaan anggaran program tersebut membutuhkan aparatur yang memahami tata kelola keuangan, perencanaan kegiatan, penggunaan anggaran, hingga pelaporannya.

Ia berharap seluruh operator kampung dapat mengoptimalkan penggunaan Siskeudes, karena sistem tersebut menjadi instrumen penting untuk membantu aparatur dalam mengelola administrasi keuangan secara lebih tertib dan sistematis.

“Semoga operator Siskeudes dan bendahara kampung semakin profesional serta mampu menjalankan tugas dengan baik,” tambahnya.

Sehingga, kata dia, penguatan kapasitas ini dapat menghadirkan tata kelola keuangan kampung yang tertib, transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran, sehingga anggaran kampung benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala DPMK Kaimana Ikka Damayanti, para kepala distrik, serta operator Siskeudes dari 84 kampung di wilayah Kabupaten Kaimana. (lau)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses