Ketua Komisi C DPRK Kaimana, Emanuel Rahail.(Foto: Laurens/klikpapua)
KAIMANA,KLIKPAPUA.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana mendesak pemerintah daerah segera menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani sejumlah bencana yang membutuhkan penanganan cepat, termasuk dua rumah warga yang terbakar di Arguni dan kebakaran hutan.
Ketua Komisi C DPRK Kaimana, Emanuel Rahail, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan tindakan nyata dari pemerintah daerah karena menyangkut keselamatan dan kebutuhan mendesak masyarakat.
“Dua rumah yang terbakar di Arguni harus segera ditangani secara cepat, begitu juga dengan kebakaran hutan, pemerintah daerah harus mengambil tindakan riil,” tegas Rahail, di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, kewenangan pengelolaan anggaran berada pada pemerintah daerah, DPRK tidak mengelola dana penanggulangan bencana, sehingga pemerintah daerah perlu memanfaatkan BTT untuk menangani kondisi yang bersifat urgen dan mendesak.
Dijelaskan Rahail, Arguni menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian. Dan terdapat sejumlah kondisi mendesak di wilayah lainnya termasuk di luar Muara, yang juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia mengatakan, koordinasi antara DPRK dan pemerintah daerah, termasuk dengan Bupati Kaimana, penting dilakukan untuk memastikan anggaran dapat diarahkan pada kebutuhan penanggulangan bencana yang paling mendesak.
“Kalau dana yang tersedia tidak mencukupi, sementara APBD Perubahan belum dibahas, maka perlu ada pembicaraan antara DPRK dan pemerintah daerah untuk mencari solusi anggarannya,” ujarnya.
Selanjutnya, DPRK melalui Komisi C akan terus mendorong agar kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah daerah Kaimana.
“Intinya, hal-hal yang urgen dan mendesak harus segera ditangani pemerintah daerah dan jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama,” pungkasnya.(lau)