dr.Nurmawati: 27 ODP, 26 Dinyatakan Selesai Dalam Masa Pemantauan Karantina

0
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P ) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, sekaligus anggota satgas Covid-19 Papua Barat dr. Nurmawati. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)  Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, sekaligus anggota satgas Covid-19 Papua Barat  Dr Nurmawati menyampaikan, update terakhir masalah Virus Corona per tanggal 17 Maret 2020 di Manokwri tercatat 27 Orang Dalam Pantauan (ODP).
Menurut dr Nurmawati, 27 ODP tersebut mempunyai riwayat berkunjung ke daerah terjangkit yang saat balik ke Manokwari memiliki keluhan yang ringan, entah demam, batuk atau sakit menelan, sehingga dilakukan pemantauan selama  14 hari. “Dari 27 pasien yang dipantau 26 dinyatakan selesai dari pemantauan 14 hari,“ ujarnya dalam siaran pers yang dilakukan di Sekretariat Satgas Covid-19, Rabu (18/3/2020).
Ke 26 orang tersebut, kata dr.Nurmawati, bukan dinyatakan negative, melainkan mereka sudah bebas dari masa karantina. “Kemudian yang satu masih ODP, dan mungkin tidak lama lagi juga dinyatakan selesai masa karantinanya, pemantauannya di wilayah Puskesmas Maripi, jadi nanti petugas akan melakukan pemeriksaan, informasinya hari kedua pemantauan suhu badannya sudah 36 terus, tapi protab kami akan terus memantau sampai 14 hari,” jelasnya.
dr.Nurmawati menyampaikan untuk 27 orang ini, merupakan gabungan dari WNA 10 orang yang mengikuti 5 Febuari kemarin yang ada di Pabrik Semen, dan WNI ada 17 orang. ODP ini dilakukan di rumah secara mandiri. “Jadi petugas akan bergantian mengunjungi ODP tersebut,” jelasnya.
Ditambahnakan laporan yang masuk dari Kabupaten Sorong ada 12 orang, 3 di antaranya menjadi  Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 1 sudah dinyatakan negative. WNA yang dalam pengawasan sudah diambil sampelnya dan sudah dinyatakan negative setelah tiga 14 hari menjalani masa karantina. “Dan 3 hari tidak panas lagi maka kami pulangkan,” tuturnya.
Sementara untuk Wondama sendiri ada 2 ODP,  sama riwayatnya datang dari Magelang kemudian hendak kembali lagi ke Manokwari via Jakarta.”Tapi saat datang ke Wondama batuk ringan maka wajib kita masukkan dia dalam ODP,” ucapnya.
Hingga saat ini baru kabupaten tersebut yang melaporkan. Pihaknya meminta dukungan dari wartawan untuk mensosialisasikan kepada warga masyarakat yang pulang dari Jakarta, Makassar dan Manado, apabila merasa demam atau batuk, dapat datang ke sekretariat Covid-19. “Supaya kami semakin kuat lagi kinerja kerja kami dalam menangkap atau menemukan covid. Untuk pasien Covid sendiri belum ada yang kita rujuk,”  ungkapnya. (aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.