Bulog Manokwari Siapkan 674 Ton Beras Bantuan Pangan Tahap Kedua

0
Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty. (foto: Gemelin/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Perum Bulog Cabang Manokwari menyiapkan sebanyak 674,4 ton beras untuk disalurkan dalam program bantuan pangan tahap kedua bagi 22.480 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Manokwari.

Bantuan ini dialokasikan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan skema ini, masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan alokasi total 30 kilogram beras.

Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty, menjelaskan skema penyaluran tahap kedua ini berbeda dibandingkan alokasi tahap pertama sebelumnya.

Pada tahap pertama, alokasi diberikan untuk periode Februari dan Maret dengan komoditas berupa 20 kilogram beras beserta minyak goreng (Minyak Kita).

“Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, penerima PBP di Kabupaten Manokwari tercatat sebanyak 22.480 penerima yang tersebar di 14 distrik,” kata Sheika.

Penyaluran bantuan pangan tahap kedua ini ditargetkan tuntas paling lambat pada 30 September 2026.

Sebelum pendistribusian dimulai, Bulog terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah distrik guna mematangkan teknis penyaluran di tiap wilayah.

Di samping program bantuan pangan, Bulog Manokwari juga memastikan ketahanan stok beras untuk kebutuhan masyarakat umum berada pada kondisi aman

Saat ini gudang Bulog menyimpan stok beras sebanyak 2.250 ton, ditambah 500 ton beras yang masih dalam proses pengiriman.

“Cadangan ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan.Pasokan beras juga terus dipasok secara berkala agar ketersediaannya tetap terjaga tanpa menunggu stok lama habis,” terangnya.

Selain itu, Bulog terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Distribusi beras SPHP kini telah didukung oleh sekitar 150 pengecer resmi agar masyarakat bisa mengakses beras dengan harga terjangkau.

Wilayah operasional Bulog Cabang Manokwari sendiri mencakup lima kabupaten di Papua Barat, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.

Mengenai akurasi penerima manfaat, Sheika menyebutkan bahwa basis data yang digunakan Bulog berasal langsung dari Kementerian Sosial.

Namun, data tersebut tetap dinamis dan berpotensi mengalami penyesuaian dengan kondisi riil di lapangan.

Ia mengharapkan adanya pembaruan data secara berkala oleh dinas terkait, khususnya Dinas Sosial di tingkat daerah, agar penyaluran bantuan dapat semakin tepat sasaran.

“Ke depannya perlu ada update data dari Dinas Sosial agar warga yang benar-benar memenuhi kriteria dapat terakomodasi dalam sistem,” pungkasnya. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses