
KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Ratusan umat Gereja Katolik Paroki Santa Monika Kaimana mengawali rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Paroki tahun 2026 dengan kegiatan jalan santai sambil memungut dan memilah sampah di sepanjang Jalan Utarum, Kampung Baru, Sabtu (15/8/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian umat untuk mempererat kebersamaan dalam kehidupan menggereja, sesuai dengan tema HUT Paroki Santa Monika, yakni “Berakar dalam Doa, Bertumbuh dalam Iman, Berbuah dalam Pelayanan”.
Jalan santai itu diikuti umat dari sembilan lingkungan, yakni Kring Santa Maria Bintang Timur, Santo Lukas, Santo Antonius Padua, Santa Veronika, Santa Maria Immaculata, Santo Agustinus, Santo Pius V, Santa Maria Bunda Carmel, dan Santa Ana.
Pastor Paroki Santa Monika Kampung Baru Kaimana, Aloysius Du’a, OSA, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna mendalam dan bukan sekadar berjalan bersama.
Menurutnya, jalan santai menjadi simbol perjalanan Gereja sebagai umat Allah dalam satu persaudaraan dan soliditas sebagai satu tubuh Kristus.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan atau olahraga semata, tetapi melambangkan perjalanan kita sebagai Gereja yang berjalan bersama, saling mendukung, dan bersama-sama menuju Kristus,” kata Pastor Aloysius saat membuka kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan sederhana itu, Pastor Aloysius mengajak seluruh umat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persekutuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia HUT ke-4 Paroki Santa Monika, Dewan Pastoral, pengurus lingkungan, seluruh umat, serta pihak Kepolisian Resor Kaimana yang telah memberikan dukungan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
“Semoga melalui pembukaan rangkaian HUT ke-4 Paroki tahun 2026 ini, Gereja Paroki Santa Monika dapat menumbuhkan semangat dan mempererat tali persaudaraan antarumat di wilayah ini,” harapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pastor Rekan Ignasius Dile, OSA; Ketua Dewan Paroki Santa Monika Kaimana, Yosaphat Lamawuran; para ketua Kring; serta seluruh umat dari sembilan lingkungan. (lau)




















