ANGGI,KLIKPAPUA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Tanah Papua, dengan fokus utama kepada generasi muda. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis membentuk masyarakat yang cerdas, mandiri, dan terlindungi dalam mengelola keuangan serta terhindar dari praktik keuangan ilegal.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, yang diwakili oleh Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK, Ferdian Ario, saat menutup kegiatan OJK Goes to School di SMP Negeri 1 Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Rabu (13/5/2026).
Ferdian menjelaskan bahwa pemahaman mengenai keuangan sejak usia dini merupakan bekal paling penting bagi para pelajar untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
“Pemahaman keuangan dan pembiasaan menabung sejak dini akan membantu pelajar tumbuh menjadi generasi yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak. Selain itu, mereka juga akan lebih terlindungi dari berbagai penawaran produk keuangan yang tidak sesuai ketentuan atau merugikan. Ilmu tentang pengelolaan keuangan adalah keahlian hidup yang sangat mendasar dan wajib dimiliki oleh siapa saja,” tegas Ferdian.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan berperan besar dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pelajar, terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal. Hal ini mencakup bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal, penawaran investasi bodong, hingga ancaman judi online yang belakangan ini sangat masif dan berpotensi merusak masa depan generasi muda.
Melalui pemahaman yang baik, diharapkan akan terbentuk karakter generasi muda yang disiplin, bijak, dan bertanggung jawab dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan keuangan, di tengah pesatnya perkembangan beragam produk dan layanan keuangan di masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kepala SMP Negeri 1 Anggi, Asriadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran OJK yang telah menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan di wilayah Pegunungan Arfak. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru yang sangat dibutuhkan siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa semakin paham betapa pentingnya budaya menabung dan mengelola keuangan sejak dini. Mereka diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak di masa depan, serta tegas untuk tidak terlibat dalam aktivitas judi online maupun menggunakan jasa pinjaman online ilegal yang jelas-jelas merugikan,” ujar Asriadi.
Sebagai rangkaian kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama tiga hari, OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya telah melaksanakan serangkaian edukasi yang menyasar berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak. Kegiatan dimulai pada Senin (11/5) dengan penyuluhan kepada Aparatur Sipil Negara, dilanjutkan Selasa (12/5) dengan kegiatan serupa di SMA Negeri 1 Anggi dan penyuluhan bagi anggota Polres Pegunungan Arfak, serta ditutup di SMP Negeri 1 Anggi. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah menjangkau sebanyak 216 peserta.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, upaya peningkatan inklusi keuangan juga diwujudkan secara nyata melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi para siswa di SMA Negeri 1 Anggi maupun SMP Negeri 1 Anggi, agar kebiasaan menabung dapat langsung dipraktikkan.
OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan ke seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (daerah 3T). Hal ini dilakukan demi mewujudkan masyarakat Papua yang semakin sejahtera, berdaya saing, dan terlindungi sepenuhnya dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan yang resmi dan terpercaya.(rls/red)





















