OJK Sasar Pelajar Tambrauw: Tanamkan Literasi Keuangan Digital dan Budaya Menabung Sejak Dini

0

TAMBRAUW,KLIKPAPUA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya kembali memperluas jangkauan edukasi keuangan ke wilayah Kabupaten Tambrauw. Melalui program unggulan OJK Goes to School, tim OJK mengunjungi SMKS Advent Sausapor pada Rabu (6/5/2026), dengan sasaran utama menanamkan pemahaman literasi dan inklusi keuangan digital sejak usia dini bagi generasi muda.

Mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta yang merupakan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMK yang berada di bawah naungan Yayasan Advent. Materi yang disampaikan berfokus pada tiga hal utama: pentingnya perencanaan keuangan pribadi, pembiasaan budaya menabung, serta kewaspadaan tinggi terhadap berbagai modus kejahatan keuangan dan layanan ilegal, seperti pinjaman online liar dan tawaran investasi bodong yang kini marak beredar.

Manajer Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK, Stella Matitaputty, yang mewakili Kepala OJK setempat, menegaskan bahwa pendidikan keuangan di usia sekolah adalah fondasi karakter yang sangat krusial. Menurutnya, kebiasaan baik yang dibentuk sejak remaja akan menjadi bekal berharga hingga mereka dewasa nanti.

“Memahami cara mengelola uang dan membiasakan menabung sejak dini akan membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Lebih dari itu, pengetahuan ini menjadi perisai diri agar mereka tidak mudah terjebak atau tertipu oleh penawaran produk keuangan yang tidak jelas aturannya, tidak berizin, dan merugikan,” jelas Stella di hadapan para siswa.

Pihak sekolah sangat menyambut baik inisiatif yang dijalankan OJK. Kepala SMKS Advent Sausapor, Isak Yahya Yandeday, menilai materi literasi keuangan digital sangat relevan dan dibutuhkan anak muda di era serba teknologi saat ini. Ia berkomitmen untuk meneruskan manfaat kegiatan ini ke dalam program sekolah.

“Kami akan menyosialisasikan manfaat produk Simpanan Pelajar atau SimPel kepada pimpinan yayasan, dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas di sekolah kami. Ini langkah nyata untuk mendukung kesiapan masa depan keuangan para pelajar kami,” ucap Isak.

Sebagai wujud nyata inklusi keuangan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi siswa yang berminat, guna memudahkan mereka mulai menabung dengan cara yang aman dan resmi.

Tak berhenti di lingkungan pendidikan, pada hari yang sama OJK juga turun langsung mengedukasi masyarakat umum, khususnya jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) El Tuto Klasis Abun. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah, karena baru kali ini edukasi keuangan disampaikan secara langsung dan mendalam di wilayah tersebut.

Ketua Klasis Abun, Pendeta Frans Mofu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia menganggap kehadiran tim OJK sangat berarti karena memberikan wawasan baru yang sangat dibutuhkan masyarakat agar tidak salah langkah dalam mengelola keuangan atau menggunakan layanan jasa keuangan.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program literasi keuangan ke berbagai kabupaten dan pelosok wilayah di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Sasarannya tidak hanya pelajar, tetapi juga masyarakat luas, agar semakin banyak warga yang paham, mampu, dan memanfaatkan layanan keuangan resmi demi kesejahteraan bersama.(rls/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses