Sekum KONI Papua Ungkap Penyebab TC Atlet PON Diperpanjang

0
92
Usai Bimtek tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Dasar Kepelatihan dan Manfaat Periodisasi Bagi Pembinaan Atlet yang diikuti pelatih dan asisten pelatih tim PON Papua Se-Jawa, Bali dan Sulawesi.
PAPUA,KLIKPAPUA.COM– Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, Kenius Kogoya menyampaikan bahwa mundurnya jadwal penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ke tahun 2021 dan pandemik virus Corona (Covid-19) menyebabkan atlet Papua terpaksa menjalani Trainning Center (TC) PON dengan waktu yang sangat panjang. Dan juga mempengaruhi tahapan periodisasi latihan.
Hal ini disampaikan, Selasa (04/8/2020) malam saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Dasar Kepelatihan dan Manfaat Periodisasi Bagi Pembinaan Atlet yang diikuti pelatih dan asisten pelatih tim PON Papua Se-Jawa, Bali dan Sulawesi.
Makanya, lanjut Kenius, Bimtek ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada para pelatih dan asisten pelatih guna merumuskan skema latihan yang tepat sehingga persiapan atlet-atlet Papua makin baik dan terukur jelang PON XX. “Waktu TC kita sangat panjang. Oleh karena itu, KONI menggelar Bimtek ini untuk membekali pelatih menyusun periodesasi latihan dengan tepat,”ungkapnya disela penutupan Bimtek yang berlangsung di Hotel Marcopolo Jakarta, selama empat hari mulai tanggal 1-4 Agustus 2020.
Dikatakannya apabila periodesasi latihan dan kompetisi dapat disusun dengan baik oleh para pelatih dan asisten pelatih maka dampaknya sangat positif kepada prestasi atlet.
Sebaliknya, jika ter periodesasi tidak mendapat perhatian serius maka efeknya yang paling fatal adalah atlet mengalami cedera dan tidak dapat tampil di PON. “Secara teknis, pelatih bisa melatih dilapangan. Namun tidak semua mampu memahami dan menyusun periodesasi secara tepat. Makanya pada kesempatan ini, para pelatih diberikan pemahaman untuk menghitung dan mempersiapkan atlet sesuai tahapan yang benar,”katanya.
Dia juga mengingatkan para pelatih dan asisten pelatih wajib meningkatkan dan mengupdate pengetahuan dan informasi perkembangan cabang-cabang olahraga. Mengingat diera ini, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) olahraga terus berkembang. “Pelatih, asisten pelatih wajib membekali periodesasi dan pengetahuan tentang Iptek olahraga yang terus berkembang seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi,”tandas Kenius Kogoya seraya menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, asisten pelatih, narasumber dan panitia yang telah mensuksekan Bimtek Tahap II ini.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabinpres) KONI Papua, DR. Freddy Sokoy, S.Sos. M.Sos mengemukakan bahwa Bimtek yang digagas KONI Papua digelar dalam dua tahap. Bimtek tahap pertama melibatkan pelatih, asisten pelatih di Papua dan Bimtek tahap II dipusatkan di Jakarta.
Dengan melibatkan pelatih dan asisten pelatih dari 4 rumpun Cabang Olahraga yakni beladiri, akurasi, terukur dan permainan yang saat ini melatih dan mendampingi atlet-atlet Papua menjalani TC atau pemusatan latihan di pulau Jawa, Bali dan Sulawesi.
“Pak Sekum KONI Papua yang kami hormati, dapat kami laporkan bahwa para pelatih dan asisten pelatih mengikuti Bimtek ini dengan baik. Dan itu ditunjukan dengan pemahaman para pelatih menyiapkan skema latihan selaras dengan periodesasi jelang PON XX,”ujar Sokoy yang juga ketua panitia Bimtek.
Pembantu Rektor Universitas Cenderawasih ini juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, pelatih dan asisten pelatih dalam merekonstruksi periodesasi latihan jelang PON XX tahun 2021 di Tanah Papua.(bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.