Warga Sebyar Kembali Tuntut Uang Buka Pintu

0
201
BINTUNI,KLIKPAPUA.com— Puluhan masyarakat adat suku sebyar Kabupaten Teluk Bintuni Selasa (9/11/2021) mendatangi DPRD Teluk Bintuni, guna menuntut kewajiban pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait penyelesaian sisa uang buka pintu konsekwensi pembangunan kilang gas LNG Tangguh sebesar Rp32,4 Miliar.
Dipimpin Kepala Suku Besar Suku Sebyar Aci Kosepa, kedatangan  masyarakat adat Suku Sebyar ini menggunakan atribut kesukuan dan tarian adat dengan membawa baligho bertuliskan sejumlah tuntutan masyarakat kepada pemerintah.
Yunus Efun koordinator Aksi membacakan 6 point tuntutan yang disampaikan, di antaranya Menuntut kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan sisa dana ketuk pintu sebesar Rp32, 4 miliar.
“Kami menuntut kepada pemerintah untuk menyelesaikan uang buka pintu Rp32,4 miliar, itu perioritas utama, karena sudah terlalu lama itu tuntutan adat, tidak ditarik ke sana ke mari, siapa yang bermain dibalik itu,” kata Yunus.
Tuntutan lainnya adalah aktualisasi dana bagi hasil migas (DBH) minyak dan gas bumi kepada masyarakat hukum adat pemilik hak ulayat suku besar Sebyar.
Penjelasan permasalahan perumahan di 3 wilayah Distrik Tomu, Weriagar dan Taroi segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dan BP Berau/LNG Tangguh.
Harus prioritaskan kesempatan kerja kepada masyarakat adat Suku Sebyar di LNG Tangguh apabila tuntutan tersebut tidak direspon dengan baik maka mereka akan melakukan pemalangan aksi adat di wilayah operasi BP.LNG Tangguh.
Aksi demo ini merupakan aksi yang kesekian kalinya, sejak kurang lebih 15 tahun kilang gas LNG Tangguh berdiri di Teluk Bintuni. “Kami menunggu Rp32,4 miliar selama 15 tahun tapi belum juga lunas,”  kata Kepala Suku Besar Sebyar Aci Kosepa.
Ia mengatakan, ini adalah aksi untuk menuntut hak masyarakat adat, apa yang menjadi milik masyarakat. Aksi Demo ini diterima oleh 3 unsur pimpinan DPRD yakni Ketua Simon Dowansiba, Wakil Ketua 1 Herlina Husain dan wakil ketua 2 Johanes Pongtuluran, serta 7 orang anggota DPRD.
Ketua DPRD Simon Dowansiba menerima aksi ini mengatakan DPRD sebagai rumah aspirasi rakyat sudah barang tentu akan menampung aspirasi ini dan akan membahasnya bersama instansi terkait.
“Kami sudah terima dan kami akan tindaklanjut aspirasi ini, karena berkaitan dengan banyak hal mulai dari Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan LNG Tangguh, jadi aspirasi ini kami terima dan akan kami teruskan,” ujar Simon.
Usai aksi dilakukan pertemuan terbuka di ruang rapat kantor DPRD lantai 2 untuk merangkum tuntutan warga Sebyar. (dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.