Wabup Matret Kokop: Pentingnya Meneladani Semangat Kepahlawanan Pattimura

0
Peringatan HUT Pattimura ke-207 di Kabupaten Teluk Bintuni. (Foto: Iqbal/klikpapua)
BINTUNI,KLIKPAPUA.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pattimura ke-207 diselenggarakan dengan semarak di Kabupaten Teluk Bintuni.
Acara tersebut diawali dengan pawai obor dari kantor Distrik Bintuni di kilo 6 menuju lapangan Gedung Serba Guna, yang diiringi oleh tarian adat cakalele dan tari lenso sepanjang perjalanan.
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop, dalam sambutannya mengingatkan kembali sejarah penting yang terjadi pada 15 Mei 1817, ketika Thomas Matulessy, yang dikenal sebagai Kapitan Pattimura, memimpin rakyat Maluku melawan penjajah di Pulau Saparua.
“Hari ini adalah momen bersejarah yang menjadi simbol kebangkitan dan kebersamaan rakyat Maluku,” ujar Matret Kokop, Rabu (15/5/2024).
Wabup Matret Kokop juga menegaskan pentingnya meneladani semangat kepahlawanan Pattimura. “Keberanian dan ketangguhan Kapitan Pattimura dalam memimpin perang di Saparua masih hidup dalam diri generasi muda saat ini. Saya mengajak generasi muda Maluku di Teluk Bintuni untuk tidak hanya merayakan acara seremonial, tetapi juga meneladani semangat juang Pattimura dalam melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, penindasan, dan intoleransi,” tambahnya.
Kapitan Pattimura dikenal karena keberaniannya memimpin serangan dan menghancurkan Benteng Duurstede. Matret Kokop mengajak generasi muda untuk terus berjuang dengan semangat yang sama, meskipun tantangan saat ini berbeda.
“Mari jadikan peringatan Hari Pattimura ini sebagai inspirasi untuk memperjuangkan dan mempertahankan nilai persaudaraan, keadilan, dan persatuan, serta tekad ‘Manggurebe Maju’ bagi Teluk Bintuni,” tutup Wabup.
Sementara itu Ketua Panitia HUT Pattimura, Anthon Tutkey, menyampaikan, peringatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada perjuangan Kapitan Pattimura, terutama bagi masyarakat Maluku di Teluk Bintuni.
“Pattimura adalah teladan bagi orang Maluku dalam memperjuangkan NKRI. Ketangguhan dan kegigihannya harus diikuti oleh anak Maluku sebagai pejuang di rantau dalam mempersatukan persaudaraan sesama orang Maluku dan juga dengan masyarakat Teluk Bintuni,” jelas Anthon.
Acara ini diakhiri dengan pesan bahwa tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah untuk mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara anak-anak Maluku yang berada di perantauan tanah Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni.
“Dari semua rangkaian kegiatan ini, tujuannya hanya satu, yaitu mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan sesama anak Maluku yang ada di perantauan tanah Papua, Kabupaten Teluk Bintuni,” tutup Anthon. (IL)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.