Persiapan Kawasan Industri, Bupati Kasihiw Tatap Muka dengan 19 Marga Sumuri

0
181
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw tatap muka dengan masyarakat 19 Marga dari Suku Sumuri, di Kampung Saengga, Distrik Sumuri, Senin (30/9/2019).(Foto : klikpapua.com)
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Dalam rangka persiapan menyambut proyek strategis nasional Kawasan Industri, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw melakukan tatap muka dengan masyarakat 19 marga dari Suku Sumuri, di Kampung Saengga, Distrik Sumuri, Senin (30/9/2019).
Masyarakat 19 marga dari Suku Sumuri, di Kampung Saengga, Distrik Sumuri.
Sejumlah kesepakatan dan usulan masukan juga dibahas. Salah satunya mengenai tempat sosialisasi publik terkait Kawasan Industri dan pengembangan kota penyanggah kawasan industri.
Dimana dalam pertemuan tersebut seluruh perwakilan 19 Marga dan pemerintah sepakat tempat sosialisasi publik di Kampung Saengga. Mengenai waktu pelaksanaan masih akan dibahas kembali, namun ditegaskan pelaksanaan harus digelar secepatnya.
Selain itu, persoalan sengketa wilayah adat antara sejumlah marga juga dibahas dan segera diselesaikan dengan secara baik. Sehingga investasi kedepan tidak lagi terganggu dengan persoalan tersebut.
Bupati Teluk Bintuni, dalam sambutannya mengatakan ada tiga hal yang bisa menentukan kawasan industri bisa direalisasikan. “Yang pertama kesiapan masyarakat bisa menerima atau tidak, yang kedua kesiapan lahan, dan harga gas, barang ini investor kan hitung, kalau harga gas tinggi dong bilang sabar dulu, itu tiga hal yang menentukan,” kata Bupati. Bupati Kasihiw mengatakan terkait masalah tanah dari pemilik ulayat dan pemerintah daerah yang menentukan untuk ditawarkan ke pemerintah pusat.
Orang nomor satu di kabupaten penghasil gas itu mengungkapkan sangat setuju mengenai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan sosialisasi publik bisa dibahas di daerah terdampak. “Supaya masyarakat dengar dan tahu, kalau di luar pihak lain bisa ikut bicara, jadi saya lebih senang ada di sini Sumuri,” katanya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat Sumuri, bahwa dengan adanya investasi ini merupakan kesempatan emas. Untuk itu peran serta masyarakat mensukseskan program tersebut.
“Tidak ada satu program pemerintah, program swasta kalau tidak menghargai hak masyarakat adat,” ujarnya.
Sementara Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Sumuri, Tadius Fosa mengatakan mengenai lokasi sosialisasi publik sudah disepakati. Kemudian selanjutnya pemerintah daerah yang melanjutkan ke pusat. “Hasil ini akan dibawa oleh bapak bupati disampaikan sampai ke pusat,” katanya.
Ia berharap seluruh masyarakat adat Sumuri bisa mendukung program strategis nasional itu. Sehingga manfaat baik dari adanya investasi itu bisa mensejahterakan masyarakat.(at/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.