JAKARTA,KLIKPAPUA.com – Pengurus Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) Kabupaten Teluk Bintuni, melakukan kunjungan ke Komisi XII DPR RI di komplek Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Rombongan Phapeda yang dipimpin langsung oleh pendiri yayasan, Herlina Husain ini, diterima dua anggota Komisi XII, Syarif Pasha dan Alfons Manibui. Dalam kesempatan ini, pengurus yayasan berdiskusi soal tata kelola sampah yang baik dan ramah lingkungan.
Seperti diketahui, selain membidangi persoalan ESDM, Komisi XII DPR RI juga bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Syarif Pasha, salah satu anggota Komisi XII DPR RI yang menerima rombongan ini, adalah mantan Walikota Jambi. Selama masa kepemimpinannya, Syarif Pasha dikenal berhasil dalam mengelola sampah, dan diakui sejumlah lembaga luar negeri.
“Kami ingin mendapatkan pencerahan bagaimana mengelola sampah yang baik dengan melibatkan banyak pihak,” kata Herlina Husain.
Dengan segala dampak buruknya, persoalan sampah harus ditangani secara baik sejak dini. Di Teluk Bintuni, dari jumlah penduduk Teluk Bintuni sebanyak 91.064 jiwa, estimasi sampah yang dihasilkan sebesar 63,19 ton/hari, atau 23.435,14 ton/tahun.
Timbulan sampah itu, diestimasi sekitar 8.773,10 (37,81%) ton yang dapat ditangani melalui proses daur ulang maupun pembuangan ke TPA. Sisanya, sekitar 14.662,05 (63 %) ton, belum ditangani secara baik atau cenderung dibuang sembarangan.
“Saya apresiasi untuk yayasan ini, yang telah memiliki niat yang baik dan tulus dalam mengelola sampah. Dari hal kecil ini akan menjadi besar. Dengan kita diskusi seperti ini, dari tidak tahu menjadi tahu. Jadi jangan takut untuk memulainya,” kata Pasha.
Pasha juga berbagi kiat-kiat menangani sampah yang pernah dilakukan, ketika masih menjabat sebagai Walikota Jambi. Katanya, dalam mengeloal sampah, dibutuhkan kolaborasi yang baik dari semua pihak, terutama dukungan dari Pemerintah Daerah.
Anggota Komisi XII DPR RI ini siap untuk menjembatani Yayasan Phapeda dengan Kementerian Lingkungan Hidup, untuk menjalankan program pengelolaan sampah di Teluk Bintuni.(rls)





















