Gubernur Dominggus Apresiasi Pembangunan SDM di Teluk Bintuni

0
350
KLIKPAPUA,BINTUNI – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengapresiasi Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Teluk Bintuni.
Sesuai rilis dari Humas dan Protokoler Teluk Bintuni, apresiasi ini di sampaikan Dominggus Mandacan saat memberikan materi pada pembukaan Musrenbang tingkat Provinsi di Hotel Aston, Kamis (25/4/2019).
Menurut orang nomor satu di Papua barat hadirnya Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Miggas (P2TIM) di Teluk Bintuni untuk meningkatkan kualtias tenaga kerja dibidang Migas.
“Saya mengajak seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Papua Barat ikut berpartisiaspi di P2TIM. Karena P2TIM ini ikut mengurangi angka kemiskinan di Papua Barat terlebih khusus di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata Gubernur.
Dikatakan Dominggus pusat pelatihan ini di gagas untuk menciptakan talenta atau tenaga tenaga yang berkualitas untuk memenuhi sector industri migas di Indonesia dan khususnya Papua Barat. Hal ini juga sejalan dengan Nawacita Jokowi yakni, dijadikan industri migas sebagai pemicu pertumbuhan perekonomian.
“Pusat Pelatihan tersebut bukan saja menjadi program unggulan pemerintah daerah Kabupaten Teluk Bintuni, tetapi juga ikut mengangkat nama Provinsi Papua Barat. Karena menurut Gubernur, setelah lulus dari pusat pelatihan ini, bukan saja memiliki sertifikat Nasional tetapi juga sertifikat Internasional,” kata Gubernur.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw mengatakan dulu Papua dan Papua Barat berharap kepada pemasukan dari Freport. Namun saat ini Papua Barat sudah memiliki pemasukan berkat adanya perusahaan LNG Tangguh di Bintuni.
Selain itu, dengan hadirnya  Genting Oil dan rencana pemerintah membangun pabrik Petrokomia di Onar, Sumuri diharapkan dapat menyumbang pemasukan daerah.
“Sesuai hasil Musrenbang, Bappenas berjanji akan memberikan perhatian Pembangunan di LNG Tangguh dan Pabrik Petrokimia di Onar tetapi sampai saat ini belum. Makanya saya ingin tekankan hal ini karena kedepan Pembangunan Petrokimia dan lain- lain akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di Papua Barat,” kata Bupati.
Bupati Kasihiw mengungkapkan LNG Tangguh merupakan projeck padat modal, bukan pada karya, sehingga ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi di daerah mengalami stagnan karena perhitungan PDRB hanya melihat dari investasi pemerintah tanpa adanya investasi swasta.
Lanjut Bupati, selama ini tenaga kerja di LNG Tangguh di dominasi dari luar Bintuni, karena alasan skil. Namun dengan hadirnya P2TIM ini, maka pemerintah daerah siap menciptakan SDM yang handal dibidang migas, sehingga bisa bersaing di tingkat lokal, nasional bahkan bisa berkerja di luar negeri. (at)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.