Gedung SD/SMP Seatap Moskona Utara Rubuh, Ini Tanggapan Dikpora

0
140
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Gedung sekolah SD/SMP seatap di Distrik Moskona Utara rubuh, pada pekan kemarin. Menurut salah satu alumni sekolah SD/SMP Moskona Utara Musa Orocomna, Rabu (17/6/2020) mengatakan gedung sekolah tersebut sudah cukup lama berdiri. Pembangunannya sebelum Kabupaten Teluk Bintuni, sekitar tahun 1993 dan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari.  “Itu dibangun pakai kayu, jadi sudah rapuh, kejadian rubuh dalam bulan ini (Juni) sekitar tanggal 9,” katanya melalui sambungan telepon seluler.
Dikatakannya pada saat kejadian, tidak ada aktifitas belajar mengajar di gedung sekolah tersebut, karena Pandemi Covid-19. Sehingga tidak ada korban jiwa. Pasalnya, permohonan pembangunan gedung permanen untuk menggantikan yang rubuh sudah dimasukkan dalam dokumen hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik tahun 2020, dan telah diajukan ke Pemkab Teluk Bintuni. Namun sampai kondisinya sudah rubuh pembangunan gedung baru juga belum di kerjakan. “Jadi saya berharap supaya pemerintah dalam hal ini dinas terkait bangun permanen, karena kita bangun Sumber Daya Manusia (SDM) perlu fasilitas yang baik,” harapannya.
Dia mengungkapkan sebagai alumni sangat sedih dan kecewa, gedung yang telah banyak melahirkan SDM putra – putri Moskona membangun daerah ini, tidak mendapat perhatian.
Kata Musa, pihak sekolah juga sebetulnya telah mendorong ke dinas terkait untuk segera membangun gedung baru. Lagi- lagi tidak ada jawaban pasti, sampai kejadian tubuhnya gedung ini. “Kepala sekolah SD Moskona Utara, bapak Moses Orocomna itu, sudah berupaya banyak kali lobi- lobi, mengeluhkan, mengusulkan lewat Musrenbang tingkat kampung, distrik, sampai hari tidak pernah respon dari pemerintah,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa gedung sekolah SD/SMP itu merupakan satu – satunya yang ada di Distrik Moskona Utara, yang menampung anak – anak dari 10 kampung di distrik tersebut.
Sementara itu saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Teluk Bintuni, Nicolaus Nimbafu mengatakan pembangunan gedung sekolah yang rubuh ini sudah masuk dalam program fisik anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2020. Namun karena adanya pandemi Covid-19, anggarannya dialihkan. “Sudah diusulkan pembangunan baru dan masuk dalam dana Otonomi Khusus (Otsus), tapi begitulah dana Otsus semua dialihkan ke Covid-19, anggaran untuk fisik semua habis,” katanya melalui sambungan telepon seluler, Jumat (19/6/2020).
Menurut Nimbafu, dengan adanya petistiwa rubuhnya gedung ini, pihak akan berusaha mendorong di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. “Mudah – mudahan di perubahan nanti bisa terjawab, kita maunya gedung yang baru tetap permanen, namanya SD itu atapnya warna merah pakai multiroof, dan SMP warna biru,” pungkasnya. (at/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.