Kapolres Raja Ampat Imbau Massa Pendukung Tak Berkerumunan Saat Penyambutan Bupati dan Wabup

0
376
Kapolres Raja Ampat AKBP. Andre J. W. Manuputty, SIK
WAISAI,KLIKPAPUA.com–Kapolres Raja Ampat AKBP. Andre J. W. Manuputty, SIK mengimbau agar massa pendukung tak berkerumunan saat penyambutan Bupati dan Wakil Bupati  Raja Ampat terpilih. Hal itu guna mencegah penularan Covid-19.
“Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Abdul Faris Umlati, SE dan Orideko I. Burdam (AFU-ORI) akan digelar di Manokwari, Papua Barat, Jumat (26/2/2021) besok. Setelah kembali ke Waisai akan ada acara tambahan dari Bupati terpilih, sehingga massa diharapkan mengikuti protokol kesehatan, ” kata Andre J. W Manuputty, ketika ditemui sejumlah wartawan di ruangan kerjanya, Mapolres Raja Ampat, Kamis (25/2/2021).
Dalam mencegah penularan Covid, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk minimalisir terjadinya kerumunan massa disaat penyambutan bupati dan wakil bupati di Waisai. Hal itu menindaklajuti maklumat Kapolri Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si terkait penyelengaraan Pilkada sampai dengan selesai tidak diperbolehkan ada kerumunan massa.”Kami mengerti euforia pasti ada, namun massa pendukung, termasuk tim sukses, partai pendukung, dan simpatisan, saya harap ada kedewasaan untuk menyikapi euforia dimasa Pandemi ini, ” tegasnya.
Pilkada kali ini, menurut Andre berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, karena dilaksanakan dimasa pandemi covid, sehingga tidak dikatahui Orang Tanpa Gejala (OTG), terpapar atau terinveksi Covid -19 dapat  mengakibatkan klaster baru. Bahkan, baginya tak menutup kemungkinan akan terjadinya penularan Covid-19, karena semua akses keluar masuk ke Raja Ampat maupun sebaliknya telah dibuka.
Selain itu, Andre tegaskan agar massa  tidak mengadakan konvoi, karena dapat menimbulkan tendensi negatif, bukan hanya kepada pihak terkait, namun image buruk secara keseluruhan di kabupaten tersebut. “Sehingga tolong diperhatikan oleh massa pendukung dan simpatisan, karena imets itulah yang harus dijaga. Kita tidak tahu tiba -tiba ada yang ekspos, dan muncul pemberitaan bahwa ada dilakukan pawai, berarti kita dianggap tidak terapkan protokol kesehatan di Kabupaten Raja Ampat. Nanti kita yang ditegur, nah ini yang tidak kita inginkan!, ” ujarnya
Dalam mengantisipasi membludaknya massa berdatangan ke Waisai, Andre mengaku bahwa pihaknya sudah mencoba berkomunikasi bersama Pemerintah daerah setempat. “Jadi, kita sudah komunikasi dan mengarahkan Pemerintah terkait. Memang tidak bisa dihindari bahwa akan ada massa yang datang ke Kota Waisai. Saya harap ada kesadaran dari masing – masing. Jangan sampai dengan adanya euforia yang berlebihan dapat menimbulkan klaster baru, ” tandasnya. (djw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.