BNN-PB Terus Sinergis Sosialisasikan P4GN di Raja Ampat

0
105
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat (BNN-PB), Brigader Jenderal Polisi (Brigjen-Pol), Monang Sitomorang, SH,. M.Si bersama Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W Manuputty, S.IK. (Foto: Ist)
WAISAI,KLIKPAPUA.com–Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat (BNN-PB), Brigader Jenderal Polisi (Brigjen-Pol), Monang Sitomorang, SH,. M.Si mengaku terus bersinergis mensosialisasikan Pelaksanaan, Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Raja Ampat. Hal itu dibelakukan BNN-PB berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020.
Dijelaskan, sosialisasi P4GN ini dilaksanakan sejak Kamis lalu, pertama yang mana pihaknya, (BNN-PB) berkordinasi dengan Polres Raja Ampat untuk memberikan sosialisasi kepada penyidik Satresnarkoba terkait pelaksanaan Tim Asesmen Terpadu (TAT) bagi para pengguna, pengedar ataupun bandar, dimana TAT sendiri terdiri dari BNN, Polres, Kejaksaan, maupun Kemenkumham.
“Sosialisasi TAT ini langsung kepada Penyidik Satresnarkoba dilingkungan Polres Raja Ampat. Tentunya, eksistensi dan peran Tim Asesmen Terpadu (TAT) dipandang penting karena menjadi gerbang penentu apakah tersangka yang menjalani asesmen tersebut adalah murni penyalahguna narkoba atau merangkap sebagai pengedar bahkan bandar,”kata Monang ketika diwawancara awak media usai melakukan sosialisasi di Mapolres Raja Ampat, Senin (12/10/2020).
Menurut Dia, sosialisasi atau penyuluhan terkait P4GN ini tak hanya diberikan kepada penyidik Satresnarkoba dilingkungan Mapolres. Tetapi sosialisasi  tersebut dilakukan dilingkungan Pemkab Raja Ampat dalam rangka mendorong pembuatan regulasi tentang penanganan P4GN di wilayah kabupaten Raja Ampat.
Selain mendorong Pemkab Raja Ampat dalam pembuatan regulasi, pihaknya juga mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) P4GN di wilayah tersebut. Kejadian tindak pidana berkaitan dengan perkembangan penanganan kasus Narkotika sejak Tahun 2019 lalu yang telah ditangani BNN Papua Barat termasuk Polda Papua Barat beserta jajarannya mencapai kurang lebih 340 (tiga ratus empat puluh). “Dengan melaksanakan sosialisasi P4GN ini kita berharap jumlahnya ditahun 2020 ini akan menurun,”harapnya.
Sitomorang juga mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk bersinergi memberikan daya cegah dan daya tangkal masuknya peredaran Narkotika diwilayah Provinsi Papua Barat. “Untuk mencapai semua itu, tidak cukup hanya BNN ataupun Polda Papua Barat saja. Akan tetapi, kami berharap, peran aktif dari semua element masyarakat ikut mencegah dan menangkal masuknya perederan Narkotika diseluruh wilayah Provinsi Papua Barat,” tutupnya.
Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Kepala Bagian Umum BNN-PB, Maman Permana, SP, Kepala Bidang Rehabilitasi BNN-PB, dr. Arianta Damanik, beserta Stafnya didampingi, Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W Manuputty, S.IK.(djw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.