Puskesmas Anggi Edukasi Hidup Sehat kepada Warga

0
964
Puskesmas Anggi. Salah satu puskesmas di Pegaf yang dapat dijadikan percontohan. Namun hingga kini belum juga terakreditasi.

KLIKPAPUA.COM,PEGAF– Hidup sehat pada hakekatnya adalah impian semua manusia. Pola hidup sehat terus di upayakan oleh pemerintah melalui program-progam kesehatan yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa.

Seperti yang dilakukan Puskesmas Distrik Anggi. Selain melakukan layanan kesehatan di puskesmas, pihaknya juga turun ke kampung-kampung untuk memberikan edukasi hidup sehat kepada masyarakat Distrik Anggi.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan tersebut terekam oleh kamera wartawan saat beberapa petugas medis Puskesmas Anggi, memberikan edukasi pola hidup sehat kepada warga kampung uper, bertempat di gedung GPKAI jemaat bahtera uper, Distrik Anggi, Kamis (11/7/2019).

Koordinator kegiatan ini dr. Christian C. Maharibe, mengatakan secara umum kegiatan yang dilakukan bergantian di 13 kampung, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.

“Masyarakat sering mengonsumsi air mentah, hingga keluhan mereka kalau ke puskesmas sakit perut (diare),” kata dr. Chris sapaan akrabnya.

“Khususnya di Anggi banyak kotoran ternak yang bertebaran dimana-mana, lalat hinggap di kotoran kemudian terbang ke makanan, lalu manusia makan makanan tersebut. ini adalah salah satu penyebab diare,” lanjutnya.

Dokter umum ini menuturkan, masyarakat perlu digerakkan untuk melaksanakan kegiatan pola hidup yang sehat, Mulai dari mengonsumsi makanan dan minuman sehat, mandi dengan air bersih, sampai kebiasaan membuang kotoran di WC.

“Warga disini sering mengonsumsi minuman-minuman stamina, padaha jika keseringan dapat membahayakan tubuh,” tuturnya.

Lanjut dr. Chris mengungkapkan, banyak warga yang tinggal di rumah kaki seribu. Selain memasak kebutuhan sehari-hari, warga setempat sering kali menghangatkan badan dari cuaca dingin dengan menyalakan api di dalam rumah. Asap yang dihirup dari pembakaran ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Untuk diketahui, rumah kaki seribu merupakan rumah adat dari suku Arfak. Rumah ini tidak memiliki jendela maupun sirkulasi udara lainnya selain pintu depan dan pintu belakang.

Selain memberikan edukasi hidup sehat, para petugas Anggi juga melaksanakan kegiatan posyandu, penyuluhan infeksi menular seksual (IMS) dan HIV-AIDS, serta penyuluhan diare dan pneumonia untuk mencegah kematian anak.(rsl)

Editor: BUSTAM

SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.