Masyarakat 7 Kampung Distrik Neney Minta ‘Doamu’ Realisasikan Rumah Layak Huni

0
396
Sekretaris Dewan Adat Suku (DAS) Distrik Neney, Agus Trirbo
MANSEL,KLIKPAPUA.com–Masyarakat  di tujuh kampung di Distrik Neney, Kabupaten Manokwari Selatan, menagih janji politik Gubernur Papua Barat dan Wakil Gubernur Papua Barat  Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani. Menurut mereka janji politik yang disampaikan kala  itu hingga saat ini belum terealisasi.
Hal ini disampaikan saat MRPB melakukan penjaringan aspirasi ke Kampung Hiyou, Distrik Neney, Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (2/4/2022).
Sekretaris  Dewan Adat Suku (DAS) Distrik Neney, Agus Trirbo mengatakan, masyarakat 7 kampung yakni Kampung Wama, Disi, Neney, Aryawinmoho, Sesum, Benyas, dan Kampung Hiyou pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2017 memberikan 100 persen hak pilihnya kepada pasangan Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani (Doamu). “Murni 100 persen untuk pasangan Doamu,” tutur Agus Trirbo.
Mereka meminta sebelum Gubernur  sebelum mengakhiri masa jabatannya pada bulan Mei mendatang, janji politik tersebut dapat direalisasikan. Masyarakat butuh 700 unit rumah layak huni untuk tujuh kampung di Distrik Neney.
Sebab, menurut Agus, proposal permohonan bantuan yang telah diserahkan kepada Pemprov Papua Barat melalui beberapa dinas terkait tidak pernah ditindaklanjuti hingga saat ini.
“Satu periode kepemimpinan beliau (Gubernur) sudah mau berakhir, tapi kami seperti anak tiri. Diakhir masa kepemimpinan Gubernur kami hanya minta realisasi 700 unit perumahan bagi rakyat,” harap Agus Trirbo.
Meminta kepada MRPB agar menindaklanjuti aspirasi masyarakat kepada Gubernur Papua Barat. Masyarakat Distrik Neney sangat membutuhkan rumah, sebab kondisi saat ini satu rumah masih dihuni tiga hingga empat kepala keluarga. Sehingga pemerintah harus memperhatikan hal ini.
“Rumah ini kebutuhan masyarakat, cuma karena rumah kami bisa bertengkar. Selama ini hanya Bapak Jokowi yang kasih bantuan rumah layak huni, jadi kami terima kasih kepada Bapak Presiden. Seandainya tidak ada bantuan perumahan dari Presiden kami menderita. Pemda Mansel tidak kasih kami rumah, Provinsi Papua Barat juga tidak kasih rumah. Kami ini apa? Anak tiri kah?,” tanya Agus.
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren mengatakan, kondisi ini sangat disayangkan, khusus untuk Mansel cukup banyak bantuan perumahan, tetapi masyarakat Distrik Neney tidak kebagian.
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren bersama rombongan disambut masyarakat Distrik Neney.
“Soal ini saya akan menindaklanjutinya ke Pemda Mansel dan untuk Pemerintah Provinsi silahkan masyarakat membuat surat resmi ditujukan kepada Gubernur, supaya saya fasilitasi bertemu Bapak Gubernur dengan keterwakilan masyarakat 7 kampung Distrik Neney sebagai perwakilan,”ujar Maxsi menyarankan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.