Gedung Pabrik Pengolahan Kakao Mulai Dibangun di Ransiki, Ini Harapan Gubernur Papua Barat

0
179
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meletakan batu pertama pembangunan Gedung Pabrik Pengolahan Kakao di Kampung Sabri, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (19/2/2021).(Foto: Andi/klikpapua)
MANSEL,KLIKPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meletakan batu pertama pembangunan Gedung Pabrik Pengolahan Kakao di Kampung Sabri, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (19/2/2021). Peletakan batu juga diikut Plh. Bupati Mansel, Hengky V Tewu, Bupati terpilih, Markus Waran bersama forkompinda di daerah itu.
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan, Koperasi Ebier Suth Cokran saat ini sudah memproduksi cokelat batangan, namun masih dalam skala kecil karena keterbatasan sarana dan prasarana produksi, salah satunya gedung produksi belum memenuhi standarisasi  perijinan, sehingga pemerintah memberikan perhatian dengan mendukung penuh pembangunan gedung tersebut, agar dapat menunjang dan meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi produksinya.
“Supaya nilai tambah dari produk kakao ini bisa ditingkatkan dan memberikan efek berganda pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Manokwari Selatan maupun masyarakat yang tinggal di Mansel,” katanya.
Hal ini lanjut Gubernur, sejalan dengan komitmen Pemprov Papua Barat menjadi daerah tersebut sebagai sentra pengolahan kakao, yang nantinya dikenal di Indonesia dan Mancanegara. “Besar harapan kami, melalui pembangunan inovasi produk kakao ini dapat mewujudkan dan meningkatkan kapasitas produk, baik secara kwantitas maupun kwalitas, dengan produk inovatif dan berkualitas dan memiliki daya saing secara lokal, nasional dan juga internasional,” harapnya.
Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof Charlie D. Heatubun saat menyampaikan laporannya mengatakan, pembangunan gedung ini merupakan hasil kerjasama antar Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemda Mansel serta  program pertumbuhan ekonomi hijau Koperasi Ebier Suth Cokran dan mitra pembangunan lain.
Prof Charlie juga menyampaikan, dana pembangunan gedung inovasi produksi kakao Ebier Suth Cokran ini berasal dari Pemprov Papua Barat. Sementara untuk lahan disiapkan  oleh Pemda Mansel dan fasilitas infrastruktur lainnya, sedangkan fasilitas penunjang seperti mesin akan disediakan oleh lembaga ekonomi hijau yang diperlukan untuk mengelola kakao.
Dikatakan, bangunan gedung produksi kakao ini akan dibangun dengan ukuran sekitar 750 meter persegi atau 50×15 meter dengan spesifikasi rangka baja dan tentunya sesuai dengan standarisasi untuk bisa mendapatkan perijinan dalam hal pemasaran produk kakao nantinya.
Sumber anggaran pendanaan berasal dari APBD Pemerintah Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2021 dan dari Dana Otsus sebesar Rp 7 Miliar yang dialokasikan dalam dokumen anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat. “Dan semuan ini tentunya  merupakan kebijakan dari Gubernur Papua Barat,” tutupnya. (eap)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.