MANSEL,KLIKPAPUA.com- Ketua Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Regional Papua, Raden Agus Sampurna, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) untuk berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda).
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan ekosistem inovasi di daerah, khususnya agar pengembangan teknologi tidak hanya terpusat di wilayah barat Indonesia, tetapi juga menjangkau kawasan timur seperti Papua Barat.
“Kunjungan ini dalam rangka koordinasi pengelolaan ekosistem inovasi di daerah, seperti di Kabupaten Manokwari Selatan,” ujar Raden Agus.
Ia menjelaskan, selama ini perkembangan teknologi masih didominasi wilayah barat, sehingga diperlukan upaya untuk mendorong pemerataan inovasi hingga ke Indonesia timur.
Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk unggulan daerah, produktivitas, kualitas, serta efisiensi dalam menjawab berbagai persoalan lokal.
Menurutnya, BRIN ingin menjembatani para periset dengan pelaku usaha dan organisasi perangkat daerah (OPD) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Bappeda, serta unit litbang di daerah.
“Kami ingin menyambungkan periset BRIN dengan pelaku usaha dan OPD agar hasil riset bisa dimanfaatkan untuk industri masyarakat,” katanya.
Ke depan, BRIN bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan berencana membangun kolaborasi dalam pengelolaan ekosistem inovasi daerah.
Salah satu langkah awal adalah pembinaan teknis bagi Brida dan Bappeda dalam pengembangan riset dan inovasi daerah.
Selain itu, kolaborasi juga diarahkan untuk memberdayakan periset dari BRIN dan perguruan tinggi guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.
Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Mansel, Christofol R. Mandacan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim BRIN ke daerahnya.
Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan sejumlah potensi unggulan Mansel, di antaranya komoditas kakao yang telah memperoleh sertifikat indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM karena memiliki karakteristik unik dan kualitas premium, khususnya dari wilayah Ransiki.
Selain kakao, Mansel juga memiliki potensi lain seperti kopi arabika di Distrik Nenei, keladi, sagu di Distrik Momi Waren, serta komoditas pisang yang tersebar di beberapa wilayah.
Christofol menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BRIN sebenarnya telah dirintis sejak lama, namun baru dapat direalisasikan melalui pertemuan langsung kali ini.
“Kolaborasi ini sudah lama direncanakan. Ke depan akan kami tindak lanjuti melalui koordinasi lebih lanjut untuk mendorong pengelolaan dan pengembangan potensi daerah secara bersama,” ujarnya. (red)


















