Sius Dowansiba Minta Maaf kepada Kepala Suku dan Masyarakat Maybrat

0
66
Calon Bupati Manokwari, Sius Dowansiba
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com Calon Bupati Manokwari, Sius Dowansiba, Jumat (9/10/2020) menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Suku dan masyarakat Maybrat di Manokwari. Pasalnya telah menginjak Kain Timur yang dianggap menginjak-injak harga diri masyarakat Maybrat.
Menurut Sius, tanpa ada maksud apapun apalagi hingga menginjak-injak atau melecehkan adat masyarakat Maybrat. Setibanya di Imbay Distrik Prafi, Kamis (8/10/2020) dirinya disambut dengan prosesi adat oleh masyarakat Maybrat yang ada di dataran tersebut, selain menaruh kain timur di Tanah untuk berdiri, juga digantung di lehernya. “Dan sebelum saya injak Kain Timur itu saya juga sudah melepas sepatu saya, kemudian saya berdiri didampingi masyarakat Maybrat. Sehingga jika memang dirasa saya menginjak injak kain timur saya minta maaf kepada para Kepala Suku Maybrat yang ada di Manokwari,” ucap Sius, melalui telephon selulernya, Jumat (9/10/2020).
“Kalau saya injak kain timur melecehkan nama baik, saya mohon maaf saya tidak berfikir sampai disitu. Sebagai kandidat mohon maaf buat semua kepala suku Maybrat maupun yang lain yang berfikir saya injak kain timur saya minta maaf,” ucapnya lagi.
Mereka membuka alas kain timur sebagai tanda menerima dirinya sebagai anak kain timur dari urat gunung yang berarti dari Arfak hingga Maybrat. “Dan saya tidak bermaksud apapun untuk menginjak kain timur, itu hanya sebagai tanda mereka menerima saya,” akunya.
Menurut dia, satu hal yang mereka lakukan karena dirinya anak adat dan kain timur bukan adat Maybrat saja, tetapi adat Arfak juga, mulai dari Pegaf, Bintuni, Kebar Karon sampai Maybrat. “Sesungguhnya kain timur adalah milik orang Arfak dan Maybrat, digunakan untuk acara adat perkawinan dan hal adat lainnya,” jelasnya.
Dia mengaku mungkin belum memahami budaya kain timur bagi masyarakat Maybrat. Persoalan prediksi mereka untuk mendukung HEBO dengan SMART ini menurutnya, kembali ke rakyat. “Memang setiap dukungan biasanya mengatasnamakan kepala suku dan organisasi.
Tetapi saya pergi atas respon warga Maybrat di daerah tersebut yang siap menjadi tim sukses mendukung saya maju Pilkada Manokwari. Dan saya tidak bermaksud apa-apa, saya minta maaf buat kepala suku yang sudah beranggapan saya melecehkan atau menginjak injak kain timur ya saya minta maaf, tetapi jangan membawa ini dalam ranah politik. Mari kita saling memaafkan dan saya harap setelah permohonan maaf saya ini maka selesai sudah tidak dipermasalahkan lagi. Saya berterima kasih juga karena sudah mengingatkan, itulah guna kepala suku dalam organisasi harus saling mengingatkan,” tuntasnya.(rls/aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.