
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Ikatan Keluarga Sunda, Jawa, Madura (Ikaswara) Kabupaten Manokwari memperingati hari lahir (Harlah) ke-19 pada Sabtu (11/7/2026).
Ketua Ikaswara Manokwari, Suyanto, menjelaskan organisasi yang dipimpinnya merupakan wadah berhimpunnya berbagai paguyuban nusantara. Saat ini, tercatat ada 28 paguyuban yang bernaung di bawah payung Ikaswara Manokwari.
Menurut Suyanto, Ikaswara berkomitmen penuh mempererat tali persaudaraan antarwarga serta mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah kemajemukan masyarakat Manokwari.
“Ke depan, kami berencana membangun sebuah pendopo. Fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh paguyuban sebagai pusat kegiatan, seni budaya, dan silaturahmi,” ujar Suyanto.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, menegaskan keberagaman yang dimiliki daerah ini harus senantiasa dirajut menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan.
Menurutnya, Manokwari adalah rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan budaya.
“Pemerintah Kabupaten Manokwari mengapresiasi kontribusi nyata Ikaswara, terutama dalam aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan Manokwari yang maju dan harmonis,” ungkap Mugiyono.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota Ikaswara memperkuat soliditas internal serta aktif menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat lintas suku.
“Jaga terus semangat guyub, rukun, dan saling menghargai agar Manokwari tetap menjadi rumah yang aman, damai, dan nyaman untuk kita semua,” pesan Mugiyono.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menilai usia 19 tahun merupakan bukti kematangan Ikaswara dalam memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat di bumi Cenderawasih.
Lakotani berharap Ikaswara konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan, khususnya di sektor sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya, mengingat anggota Ikaswara terdiri atas berbagai latar belakang profesi yang potensial.
Ia menambahkan, roda pembangunan dan perputaran ekonomi hanya dapat berjalan optimal jika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terjaga dengan baik.
“Mari bersama-sama kita jaga kondusivitas daerah ini. Jika Manokwari aman dan damai, pemerintah dapat bekerja maksimal melanjutkan agenda pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Lakotani. (dra)




















