Positif Covid-19 Tambah 5 Kasus di Kota Sorong, Tapi di PB 22 Orang Sembuh Hari Ini

0
153
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat menyampaikan perkembangan terkini per 18 Juni 2020.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr.Arnoldus Tiniap memaparkan, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 5 kasus, berasal dari Kota Sorong. Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah Papua Barat sebanyak 219 kasus (14,0%). Dari jumlah tersebut, 118 orang dinyatakan telah sembuh (53,9%).
Sesuai rincian per kabupaten/kota, pasien positif dari Kota Sorong sebanyak 79 orang, sembuh 27 orang. Bintuni positif 50 orang, sembuh 46 orang. Kabupaten Sorong positif 50 orang, sembuh 21 orang. Raja Ampat positif 19 orang, sembuh 13 orang. Manokwari positif 11 orang, sembuh 7 orang. Fakfak positif 5 orang, sembuh nol. Wondama positif 3, sembuh 3. Manokwari Selatan positif 1 orang, sembuh 1 orang.
Sedangkan yang meninggal dunia 19 orang. PDP14 orang, asal Kota Sorong 8 orang, Manokwari 1 orang, Bintuni 4 orang dan 1 dari Raja Ampat. ODP 2 orang dari Kota Sorong dan Fakfak. Positif (konfirmasi) 3 orang, dari Kota Sorong. Persentase kematian dari kasus terkonfirmasi (3 dan 219) adalah 1,4%.
Sedangkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) hari ini ada penambahan 12 orang, dari Kota Sorong 5 orang, Sorong Selatan 4 orang dan Fakfak 3 orang. Total 1199 orang, yang masih dalam pemantauan 256  orang, selesai pemantauan 943 orang.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hari ini ada tambahan 2 orang, berasal dari Bintuni dan Kabupaten Sorong. Total sebanyak 99 orang. Masih dalam pengawasan 20 orang, selesai pengawasan 79 orang.
Untuk Orang Tanpa Gejalah (OTG) hari ini ada penambahan 66 orang, dari Kota Sorong 48 orang, Manokwari 7 orang dan Raja Ampat 2 orang. Total OTG 2192 orang, masih dalam pemantauan 885 orang, selesai pemantauan 1307 orang.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat mengimbau kepada semua warga untuk mulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru. “Kebiasaan baru berarti melaksanakan upaya-upaya pencegahan (protokol kesehatan) seperti pakai masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak saat interaksi dengan orang lain. Sampai kapan kebiasaan baru ini dilakukan? Sampai ada vaksin atau obat yang efektif untuk mengatasi penyakit ini!!!,” demikian keterangan dr.Arnold. (aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.