Pemprov Papua Barat Matangkan Persiapan Forum Internasional FM12 dan NBCS

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat bersama mitra nasional dan internasional mematangkan persiapan pelaksanaan The 12th International Flora Malesiana Symposium (FM12) dan International Nature-Based Climate Solutions Conference (NBCS) melalui rapat teknis utama yang digelar di Manokwari, Rabu (21/1/2026)

Dua agenda internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–14 Februari 2026.

Rapat teknis ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, akademisi, masyarakat sipil, mitra pembangunan, serta event organizer.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis dan operasional penyelenggaraan dua forum ilmiah berskala internasional yang akan menjadikan Manokwari sebagai tuan rumah.

Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, yang mewakili Gubernur Papua Barat, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan internasional ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Papua Barat.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari kenyamanan peserta, kualitas pelayanan, serta kesan positif yang dibawa pulang oleh para tamu dari berbagai negara,” ujar Otto.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra terkait, terutama dalam hal akomodasi, transportasi, konsumsi, keamanan, dan layanan kesehatan, mengingat waktu pelaksanaan kegiatan yang semakin dekat.

Sementara itu, Ketua Bersama Panitia FM12 dan NBCS 2026, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, menjelaskan Flora Malesiana Symposium merupakan forum ilmiah internasional yang telah berlangsung sejak 1948 dan menjadi wadah utama bagi para ahli botani dunia untuk melaporkan perkembangan riset, sistematika tumbuhan, serta penemuan spesies baru di kawasan biogeografi Malesiana.

“Manokwari seharusnya menjadi tuan rumah pada 2022, namun tertunda akibat pandemi COVID-19. Setelah mempertimbangkan kesiapan dan arahan pimpinan daerah, pelaksanaannya ditetapkan pada Februari 2026,” kata Prof. Heatubun.

Simposium ke-12 ini diperkirakan akan diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai negara yang terdiri atas peneliti, akademisi, mahasiswa, praktisi, dan pengambil kebijakan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di sejumlah kota dunia, antara lain Yogyakarta, Bogor, Brunei Darussalam, Kuala Lumpur, Singapura, Sydney, Leiden, dan London.

Pelaksanaan FM12 tahun ini dirangkaikan dengan International Nature-Based Climate Solutions Conference yang bertujuan menjembatani hasil riset ilmiah dengan implementasi kebijakan pembangunan serta solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

“Konferensi ini diharapkan mendorong pemanfaatan solusi iklim berbasis alam, baik untuk konservasi keanekaragaman hayati, pendanaan iklim, maupun dukungan terhadap kebijakan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam rapat teknis tersebut, panitia bersama dan event organizer memaparkan rangkaian kegiatan, mulai dari agenda pembukaan, simposium, konferensi, side event, hingga field trip ke sejumlah lokasi unggulan di Papua Barat seperti Pegunungan Arfak dan Teluk Bintuni.

Seluruh rangkaian kegiatan ini dikemas dalam satu tema besar bertajuk Papua Biocultural and Climate Week.

Selain agenda ilmiah, kegiatan ini juga dirancang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi daerah melalui pelibatan pelaku usaha lokal, promosi pariwisata, pameran mitra pembangunan, serta ruang promosi produk dan kerajinan lokal.

Rapat teknis berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari perangkat daerah terkait protokoler, kesehatan, keamanan, media, serta dukungan teknis lainnya. Seluruh masukan tersebut akan ditindaklanjuti dalam rapat lanjutan di masing-masing seksi kepanitiaan.

Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui BRIDA bersama seluruh pemangku kepentingan optimistis pelaksanaan FM12 dan NBCS 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat strategis bagi pembangunan berkelanjutan di Papua Barat. (rls)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses