MRPB Telah Surati Kapolri, Meminta Penambahan Kuota SIP Khusus OAP

0
265
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren. (Foto: Aufrida/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) sudah menyurati Kapolri dengan nomor surat 010/92/MRPB/II/2022, perihal usulan kuota Otonomi Khusus SIP Polri 2022 bagi anggota Polri Orang Asli Papua (OAP).

“Kami menyurati Kapolri meminta penambahan kuota SIP, berhubung kami tidak sempat bertemu Kapolri langsung, karena beliau sementara sedang dalam melaksanakan tugas ke beberapa daerah yang ada di Indonesia,” kata Ketua MRPB,Maxsi Nelson Ahoren ketika dihubungi,Minggu (14/2/2022).

Dijelaskan bahwa MRPB mengusulkan adanya penambahan kuota SIP khusus untuk anak-anak Papua klasifikasi A (kedua orangtua asli Papua) dan klasifikasi B (bapak pendatang mama Papua).

Menurut Maxsi, permintaan penambahan kuota SIP khusus OAP bukan hanya Papua Barat saja,tetapi Majelis Rakyat Papua bersama DPR Papua jalur Otsus juga mengusulkan hal sama. “Saya kira dengan adanya permintaan dari dua Majelis Rakyat Papua ini bisa dijawab oleh Kapolri,” harapnya.

Pihaknya berharap surat yang sudah dilayangkan kepada Kapolri,segera mendapat jawaban dalam waktu dekat. “Sebelum hasil pengumuman disampaikan nanti,” kata Maxsi.

Maxsi menambahkan, kiranya ada kebijakan yang diberikan Kapolri untuk permintaan penambahan kuota SIP sebanyak 120 untuk anak-anak asli Papua yang ada di Provinsi Papua Barat. Dimana tahun sebelummya ada pemerimaan SIP jalur Otsus sebanyak 150 khusus OAP, sehingga diharapkan tahun ini ada kebijakan yang diberikan Kapolri untuk Papua Barat dan Papua.

“Selain itu juga kami minta kepada Kapolda Papua Barat untuk membangun komunikasi untuk permintaan penambahan 120 orang SIP khusus OAP,” katanya.

Saat ditanya sejauh mana keseriusan MRPB untuk permintaan penambahan ini, Maxsi berujar,pihaknya sangat serius untuk penambahan kuota SIP sebanyak 120 orang ini.

“Dimana kami meminta kepada Kapolda untuk melihat anak-anak Papua, agar mereka bisa menjadi generasi Papua di dalam kepolisian, yang jelas kami akan terus mengawal permintaan ini untuk anak-anak asli Papua.Dan berharap ada jawaban baik dari Kapolri, sehingga anak-anak Papua yang jatuh bisa dipanggil kembali, untuk bisa bersama-sama dengan teman-temannya yang dinyatakan lulus sebanyak 28 orang tersebut,” kata Maxsi.

Selain itu juga Maxsi mengatakan, sambil menunggu jawaban Kapolri tentang penambahan kuota, diharapkan juga saat penentuan 100 orang lebih yang tersisa untuk menentukan 28 nama yang akan ikut pendidikan SIP, nantinya 50 persen dari 28 harus OAP.

“Dari 100 orang lebih masih tersisa sekitar 14 orang anak-anak asli Papua yang masih terus bersaing dengan saudara-saudara kita. Saya berharap dari 28 ini minimal ada satu penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kapolri yakni minimal kami 50 persen dari 28 orang tersebut,” harapnya. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.