MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Nandika Bramantyo resmi menakhodai Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Provinsi Papua Barat periode 2026–2029 usai dilantik dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV REI Papua Barat di Hotel Aston Niu Manokwari, Selasa (10/2/2026).
Musda mengusung tema “Membangun Masa Depan Provinsi Papua Barat Melalui Investasi Properti Berbasis Kearifan Lokal Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan tersebut disaksikan Ketua Umum DPP REI Joko Suranto dan dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani.
Dalam sambutannya, Lakotani menegaskan sektor properti memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui penyediaan perumahan layak bagi masyarakat.
“Kehadiran REI memiliki peran penting melalui sektor properti dan konstruksi. Kami berharap forum ini menghasilkan langkah konkret dalam penyediaan perumahan rakyat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPD REI Papua Barat periode sebelumnya, Julius Louis, memaparkan capaian organisasi selama masa kepemimpinannya.
Ia menyebut REI telah membangun sekitar 7.800 unit rumah subsidi di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam tujuh tahun terakhir.
Menurut Julius, sektor properti memiliki efek berganda karena melibatkan sekitar 175 turunan usaha.
Ia juga menekankan pentingnya mendorong lahirnya pengembang dari kalangan OAP, yang saat ini mulai dibina oleh organisasi.
“Saat ini kami sedang membina tiga putra daerah untuk menjadi pengembang rumah bersubsidi,” katanya.
Sementara itu, Nandika Bramantyo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program organisasi dengan fokus pada pemberdayaan lokal dan kolaborasi lintas sektor.
“Kita harus memberdayakan Orang Asli Papua menjadi developer di tanahnya sendiri. Ke depan, REI akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk penyediaan hunian bagi pegawai dan anggota,” ujarnya.
Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menambahkan, Musda merupakan bagian dari upaya organisasi beradaptasi dengan dinamika pembangunan nasional.
Ia menilai sektor perumahan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan.
“Pembangunan rumah membuka lapangan kerja dan menggerakkan berbagai sektor usaha, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Joko.





















