Dukung Program Prioritas Pemerintah, OJK Komitmen Jaga Sektor Jasa Keuangan

0

JAKARTA,KLIKPAPUA.com—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menjaga sektor jasa keuangan (SJK) tetap resilient sekaligus semakin mendukung program prioritas pemerintah di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026), Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa OJK menetapkan tiga kebijakan prioritas pada 2026, yakni penguatan ketahanan SJK, pengembangan ekosistem SJK yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan.

“Kondisi fundamental perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan sangat solid dan menjadi modalitas penting ke depan. Kami berterima kasih atas seluruh program prioritas pemerintah,” ujar Friderica.

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun, pimpinan kementerian dan lembaga, jajaran Dewan Komisioner OJK, serta pimpinan industri jasa keuangan.

Perkuat Ketahanan dan Integritas Pasar
Pada kebijakan prioritas pertama, OJK akan memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan melalui pemenuhan modal minimum lembaga jasa keuangan, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, termasuk risiko siber, serta pengembangan pengawasan berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) melalui kerangka Supervisory Technology (SupTech).

OJK juga menegaskan komitmen melakukan reformasi integritas pasar modal melalui pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal yang mencakup delapan rencana aksi, antara lain peningkatan ketentuan free float saham dari 7,5% menjadi 15%, pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO), demutualisasi bursa efek, hingga penguatan penegakan hukum dan tata kelola emiten.

Selain itu, OJK bersama Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) terus memperkuat pengawasan market conduct dan pemberantasan kejahatan di sektor jasa keuangan.

Dukung Program Prioritas Pemerintah

Kebijakan prioritas kedua diarahkan pada pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang lebih kontributif, antara lain melalui deregulasi perizinan, penguatan akses pembiayaan UMKM, serta dukungan aktif terhadap program prioritas pemerintah.

Hingga Desember 2025, OJK mencatat penyaluran pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah mencapai Rp149 triliun untuk mendukung pembangunan sekitar 80 ribu koperasi. Sementara itu, pembiayaan ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah disalurkan kepada 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai Rp1,02 triliun.

OJK juga mendukung program hilirisasi melalui pengembangan ekosistem bullion, dengan transaksi emas tercatat 16.870 kg senilai Rp48 triliun, serta pengembangan instrumen berbasis emas seperti ETF dan tokenisasi emas.

Pendalaman Pasar dan Keuangan Berkelanjutan
Pada kebijakan prioritas ketiga, OJK mendorong pendalaman pasar keuangan dengan meningkatkan peran investor institusional, memperkuat literasi dan inklusi keuangan berbasis financial health, serta mendukung komitmen Net Zero Emission (NZE) nasional.

Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penyusunan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi 3 dan pengembangan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Outlook Sektor Jasa Keuangan 2026

OJK memproyeksikan kredit perbankan pada 2026 tumbuh 10–12%, dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7–9%. Aset asuransi diperkirakan tumbuh 5–7%, dana pensiun 10–12%, dan aset penjaminan 14–16%.

Di pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan mencapai Rp250 triliun. Jumlah konsumen aset keuangan digital dan kripto ditargetkan tumbuh 26%, dengan nilai transaksi kripto sepanjang 2025 tercatat Rp482,23 triliun.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimistis reformasi sektor keuangan yang dilakukan OJK akan memperkuat stabilitas dan kredibilitas sektor jasa keuangan.

“Kami percaya dengan reformasi yang dilakukan, masa depan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan,” ujar Airlangga.(rls/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses