Ini Permintaan Komunitas Mama Noken Manokwari ke Hermus-Budoyo

0
38
Calon Bupati Manokwari, Hermus Indou ketika melakukan pertemuan terbatas bersama mama-mama yang tergabung dalam Komunitas Mama Noken Manokwari, Jumat (20/11/2020).(Foto: Ist)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Komunitas Mama Noken Manokwari minta Hermus Indou siapkan pasar untuk Noken hasil kerajinan mama-mama Papua. Ini disampaikan saat bertemu Calon Bupati Manokwari, Hermus Indou, Jumat (20/10/2020) di kompleks Maduraja, Wosi.
Dikatakan Ketua komunitas mama Noken, Ratu Bilqis, komunitas ini sudah bergerak selama 3 tahun, namun masih saja kesulitan mencari pasar untuk menjual produk yang mereka hasilkan.
Mereka minta setelah Hermus Indou dan Edi Budoyo dilantik, agar menyiapkan galeri di Bandara Rendani untuk memasarkan Noken. Bahkan mereka berharap, noken hasil kerajinan dari Manokwari dapat dipromosiskan ke seluruh nusantara dan dunia.
Diakui Bilqis, belum sejahteranya Mama-mama penjual noken yang ada dalam komunitas tersebut, karena beberapa undangan pameran hingga keluar negeri harus diabaikan karena ketiadaan biaya transportasi.
Hermus Indou mengatakan, untuk mewujudkan kesejahteraan mama-mama perajut noken, ada beberapa yang hal perlu dilakukan oleh pemerintah. Di antaranya, memperkuat keorganiasian komunitas mama noken, pelatihan untuk peningkatan skil, serta penyiapan pasar penjualan hasil. “Kita akan memperkuat semua komunitas agar organisasinya mantap dan menghimpun semuanya, Selanjutnya Pelatihan agar skil meningkat agar yang menghasilkan adalah produk yang memiliki nilai jual yang tinggi, dan Mempersiapkan pasarnya,” jelas Hermus.
Lanjut Hermus, noken adalah identitas, jika tidak dijaga, maka bisa dipastikan akan hilang dan tidak dikenal lagi oleh generasi diwaktu yang akan datang. Selain menyelamatkan budaya, harus juga menghasilkan agar ekonomi masyarakat bisa meningkat. “Harus kita mandiri, apa yang bisa kita buat kita kerjakan untuk mendatangkan rezeki termasuk merajut noken. Kemandirian ekonomi kita bangun, ekonomi bertumbuh, daya beli kita kuat, dan tidak berharap pada orang lain,” tandasnya.
Dalam orasinya, Hermus Indou berpesan bahwa Noken yang dihasilkan harus mampu mengangkat derajat pembuatnya, baik itu derajat ekonomi dan derajat sosial. Pasangan HEBO tak ingin masyarakat dimanja dengan sejumlah program yang justru membuat masyarakat lemah, bantuan pemerintah hanya sebagai stimulan, yang dapat memenuhi lebutuhan hidup adalah diri sendiri.(aa/adv)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.