BPS: Kemiskinan di Papua Barat dan Papua Barat Daya Masih Dua Digit

0
Foto tangkap layar dari kanal youtube BPS Papua Barat dalam rilis berita resmi 5 Februari 2026.

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat tingkat kemiskinan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya masih berada pada angka dua digit hingga September 2025, meskipun menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan rilis resmi BPS Papua Barat pada, Kamis (5/2/2026) persentase penduduk miskin di Provinsi Papua Barat tercatat sebesar 19,58 persen pada September 2025.

Angka tersebut menurun 1,08 persen poin dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 20,66 persen.

Sementara itu, tingkat kemiskinan di Provinsi Papua Barat Daya berada pada angka 17,50 persen, turun 0,45 persen poin dari 17,95 persen pada Maret 2025.

Dari sisi jumlah penduduk, total penduduk miskin di Provinsi Papua Barat pada September 2025 tercatat sebanyak 102,40 ribu orang turun sekitar 4,5 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Penurunan terutama terjadi di wilayah perdesaan, sementara jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan justru mengalami kenaikan.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin di Provinsi Papua Barat Daya pada periode yang sama tercatat 102,41 ribu orang, atau berkurang sekitar 1,2 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Penurunan terjadi di wilayah perkotaan, namun jumlah penduduk miskin di perdesaan mengalami peningkatan.

BPS juga mencatat bahwa tingkat kemiskinan di kedua provinsi masih didominasi wilayah perdesaan, yang memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

Kondisi tersebut turut dipengaruhi berbagai faktor sosial ekonomi, termasuk tingkat pengangguran, struktur ketenagakerjaan, serta perkembangan ekonomi daerah.

Secara nasional, Papua Barat dan Papua Barat Daya masih termasuk provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Pada September 2025, Papua Barat berada pada posisi ketiga dengan angka kemiskinan 19,58 persen, sedangkan Papua Barat Daya berada pada kisaran 17,50 persen. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses