Bebaskan Malaria Mulai dari Saya

KLIKPAPUA, MANOKWARI – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Provinsi bersama mitranya di kabupaten/kota –Unicef, Hakli dan lainnya– yang terus berupaya menurunkan kasus malaria di daerah ini.

“Kita harus bekerja keras, sebab Papua Barat masih penyumbang kasus malaria nomor 3 di Indonesia, setelah Papua dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Dominggus Mandacan di Manokwari, Kamis (2/5/2019). Dominggus saat itu berbicara di hadapan 200-an kepala kampung, para kader posyandu, perawat puskesmas asal Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan.

Dua kabupaten ini dihadirkan, karena sebagai menyumbang malaria terbanyak di Papua Barat.

“Kita tidak boleh terlena, karena nyamuk malaria ini masih ada dan sangat berpotensi menularkannya kepada lingkungan, termasuk saya,” tutur Dominggus.

Ia mengingatkan semua pihak terkait target eliminasi bebas malaria, di bawah 1 kasus per 1000 penduduk pada tahun 2024. “Jika 2024 dan seterusnya tidak terjadi penularan malaria lokal, maka tahun 2027 kita sudah bisa mencapai provinsi bebas malaria,” ungkapnya.

“Jadi jamban sehat dan air bersih sudah harus tersedia. Mutlak diperlukan penyediaan rumah sehat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dominggus mengingatkan semua pihak, untuk dapat mengurangi tempat berkembang-biak nyamuk. Perlu di lakukan kerja sama antar warga.

“Saya berharap, semua pihak bisa bersinergi, dalam menekan peningkatan malaria, demi menuju Papua Barat yang bebas malaria tahun 2027,” harapnya.

Sementara itu, Edi Sunandar, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M), Dinas Kesehatan Papua Barat menambahkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian memperingati Hari Malaria se- dunia, 25 April lalu.

“Kami sengaja mengundang 200an kepala kampung, kader posyandu termasuk perawat di puskesmas di Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan, untuk menyatukan visi misi agar memberantas malaria mulai dari saya, kampung saya, kabupaten saya, provinsi saya dan negara saya, agar bebas dari cengkraman malaria,” ujarnya.

“Kita di Papua Barat yang terlapor tahun 2018 lalu, ada sebanyak 7352 kasus malaria, dengan rata rata dalam setiap 1000 penduduk terdapat 7 orang yang terjangkit penyakit malaria,” ucap Edi.

Lanjut Edi, pada tahun 2009 kasus ini di Papua Barat sebanyak 50.766 kasus. Jika dihitung dengan konversi jumlah penduduk, menghasilkan setiap 1000 penduduk di daerah ini, terdapat 85 orang yang terkena penyakit malaria.

“Untuk itu saya mengajak kita semua agar, di tahun 2019 ini Papua Barat, kita harus bekerja keras sesuai sub tema tahun ini‘Bebaskan Malaria Mulai dari Saya’. Sehingga di tahun 2027 nantinya kita di daerah ini bisa menjadi salah satu provinsi yang bebas dari Malaria,” pungkasnya.(sar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.