Gubernur Dominggus: Jangan Tolak Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rumah Sakit Provinsi

0
204
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta warga tidak menolak pasien Covid-19 yang di isolasi di Rumah Sakit Provinsi. “Kita ini berbicara tentang kemanusiaan, sehingga semua pihak diharapkan  bisa menerima dengan baik,” kata Gubernur saat ditemui wartawan usai kegiatan berbagi kasih di Vihara, Taman Ria, Sabtu (18/4/2020).
Saat ini ada dua warga yang positif Covid-19 di Manokwari yang diisolasi di Rumah Sakit Provinsi di Bumi Marina. Sebelumnya mereka di golongkan ODP (Orang Dalam Pengawasan), setelah menjalani rapid test, lalu dilakukan pengambilan swab, hasil positif. “Saya harap masyarakat tidak boleh menolak mereka,  serahkan tanggungjawab kepada pemerintah,  prosedur tetap dalam penanganan virus  sudah diterapkan, kita sudah isolasi dua orang ini ke RS Provinsi  yang berada di Marina,” terangnya.
Lebih lanjut, Dominggus mengatakan, Rumah Sakit Provinsi memang belum selesai pembangunannya, tetapi dalam situasi covid begini, sudah harus dimaksimalkan untuk rawat inap. “Kita sudah siap kan dan di isi tempat tidur sebanyak 40 tempat tidur di sana, “ jelasnya.
Saat ini masih menunggu 70 tempat tidur yang masih dalam perjalanan. Sehingga persediaan tempat tidur di Rumah Sakit Provinsi ada sebanyak 110 tempat tidur.
Menurut Dominggus, awalnya kedua pasien trsebut ditempatkan di Balai Latihan Koperasi di belakang kantor Bupati Manokwari, namun ada penolakan, sehingga dirinya menyarankan ditempatkan di Rumah Sakit Provinsi, yang memang untuk merawat orang sakit.
“Untuk Rumah Sakit Rujukkan RSUD Manokwari memang ada ruangan yang disiapkan, namun karena ada pertimbangan dimana RSUD Manokwari juga melayani pasien tidak hanya Corona saja, tetapi pasien yang sakit penyakit lainnya di situ, dan kita tidak bisa menjamin dari sisi pengamanannya, sehingga kita pilih Rumah Sakit Provinsi untuk menempatkan dua pasien tersebut,“ tuturnya.
Rumah Sakit Provinsi masih dalam kondisi kosong, hanya petugas kesehatan yang melayani mereka, ada juga petugas keamanan. Halamannya pun cukup luas dengan dipagar keliling, sehingga ia meyakini virus tidak akan menyebar ke masyarakat. “Yang perlu diketahui bahwa virus Corona ini tidak menular melalui udara, terkecuali kita saling bersentuhan atau berhadapan langsung.
Kita jamin di Rumah Sakit Provinsi ini tidak ada kegiatan di sana, yang ada itu cuma dua pasien ini. Petugas kesehatan, dan  keamanan yang jaga mereka, supaya jangan keluar kemana-mana. Dan pasti dia tidak kemana-mana,” jelasnya.
“Seandainya kita punya keluarga seperti itu ditolak sana sini bagaimana perasaan kita. Seandainya saya punya anak di tolak sana, pasti saya juga marah kan begitu, makanya saya minta masyarakat juga dukung. Ini manusia bukan hewan yang kita urus. Kita tolak sana, tolak sini, ini kemanusiaan harus prosedur penanganan kita sudah lakukan,” sambung Gubernur.
Menurutnya yang perlu dipahami betul bahwa virus ini bukan hanya di Manokwari saja melainkan seluruh dunia. “Jangan sampai kita gerakan-gerakan emosional berlebihan ini akan berdampak pada stabilitas keamanan. Jadi saya harapkan jangan sampai ada pihak-pihak lain yang ikut mengambil kepentingan dalam situasi seperti ini, akhirnya persoalan jadi besar, kita antisipasinya seperti begitu,” pungkasnya.(aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.