Disperindag Papua Barat Gelar Bimtek Pemasaran Produk IKM dan Dasar Penyeduhan Kopi

0
60
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Papua Barat, DR. Nicholas Tike yang mewakili Gubernur Papua Barat membuka Bimtek Pemasaran Produk IKM Dan Dasar Penyeduhan Kopi. (Foto: Ardo/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Sebagai salah satu bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Papua Barat, khususnya di Manokwari, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat menggelar Pelatihan atau Bimbingan Teknis (Bimtek) pemasaran produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan dasar penyeduhan kopi, di Mansinam Beach Hotel, Selasa (14/9/2021).
Kegiatan Bimtek ini akan berlangsung dua hari, Selasa dan Rabu (14 dan 15 September) dan selama kegiatan berjalan  tetap menerapkan prokes yang ketat dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan sebelum mengikuti bimtek diruangan. Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Papua Barat, DR. Nicholas Tike yang mewakili Gubernur Papua Barat. Drs. Dominggus Mandacan, MSi.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan  dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh Nicholas, mengatakan upaya bimtek yang diadakan oleh Disperindag Papua Barat adalah upaya yang sangat positif untuk membangun,memperkuat, memperhatikan pertumbuhan IKM yang ada di Manokwari. Semoga melalui kegiatan bimtek ini dapat menjadi bekal untuk menambah pengalaman dan wawasan yang dapat mensejahterakan diri sendiri, khususnya Orang Asli Papua (OAP) yang akan berkiprah pada bisnis  IKM.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Bimtek, Rholand mengatakan kegiatan ini adalah merupakan pengembangan industri kecil dan menengah atau produk kuliner berbasis kopi. Hasil dari kegiatan ini yang diharapkan adalah pelaku IKM dapat memahami tehnik pemasaran produk IKM dan cara penyajian atau penyeduhan kopi, khusus produk kuliner yang berbasiskan kopi Papua. Dalam kegiatan ini juga pengenalan terhadap komoditi kopi dan peluang pemasaran kopi yang sangat luas dan menjanjikan bagi para pengusaha industri kecil dan menengah.
Jadi indikator bimtek ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan tumbuhnya IKM yang berdaya saing, sehingga meningkatkan penyerapan pasar pada kopi Papua dan Papua Barat, serta  juga membuat pengusaha IKM menjadi pelaku usaha mandiri. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.