Gubernur: Terima Kasih Papua Barat Dipilih Melanjutkan Program PNPM-Pertanian dan PPDM

0
46
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan membuka Start Up Program Transformasi Ekonomi Desa Terpadu (Tekad) di Swiss-Belhotel Manokwari, Selasa (14/9/2021).
Kegiatan Start Up Program Transformasi Ekonomi Desa Terpadu (Tekad) dihadiri Wakil Menteri Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dirtjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Direktorat Pengembangan Produk Unggulan, Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat lebih khusus Kementerian  Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan sponsor dari donor The Internasional Fund For Agricultural Development (IFAD) yang telah memilih Provinsi Papua Barat untuk melanjutkan program yang lama yaitu PNPM-Pertanian (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pertanian ) dan Program PPDM (Pengembangan Pembangunan Desa Mandiri) menjadi program Tekad atau Program transformasi Ekonomi Kampung Terpadu.
Program Tekad merupakan program pemberdayaan masyarakat yang khususnya untuk penguatan ekonomi kampung, dan secara  khusus program ini mendukung  pembangunanan pedesaan di Papua Barat. Terutama  untuk menguatkan salah satu misi pembangunanan Pemerintah Papua Barat yaitu membangun Pertanian yang mandiri dan berdaulat, memperkuat pemberdayaan masyarakat, perempuan dan perlindungan anak berbasis masyarakat berketahanan sosial.
“Pada kesempatan ini juga saya mau mengajak para pimpinan di 7 pemerintah kabupaten terpilih program tekad dan segenap SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat mari bersama-sama menyelesaikan misi pembangunan kita dengan mendukung program tekad untuk menguatkan ketahanan pangan, kebudayaan masyarakat kampung, serta tata kelola kampung yang baik sehingga sektor pertanian, perekonomian Kampung dan pariwisata kita dapat dibanggakan,” ajak Dominggus.
“Sehingga setidaknya masyarakat kampung dalam menguatkan perekonomian yang berkelanjutan itu mendapat keuntungan dari membaiknya tata kelola kampung. Harapan saya pada tahun-tahun mendatang terjadi penguatan produksi komoditas unggulan,” sambungnya.
Gubernur memiliki keyakinan bahwa Tekad akan menyelesaikan isu strategis Papua Barat yaitu ‘penguatan  ketahanan pangan berbasis sumber daya dan komoditas lokal dan penguatan pemberdayaan, serta keterlibatan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.’
Gubernur berharap 7 pemerintahan kabupaten, yakni Kabupaten Fakfak mampu menguatkan produksi unggulnya yaitu Pala, Teripang dan Rumput Lautnya;  Kabupaten Pegunungan Arfak  mampu mengenalkan produk  markisa, kopi dan sayuran dataran tingginya; Kabupaten Manokwari dengan hasil pisang dan kakaonya.; Kabupaten Manokwari Selatan dengan Kakao dan pisang.
Sedangkan untuk Kabupaten Maybrat dengan vanili dan kacang tanah; Kabupaten Kaimana dengan teripang dan hasil perikanannya dan Kabupaten Raja Ampat dengan hasil perikanannya dan unggulan wisata terutama agrowisata dan wisata kelautannya.
Gubernur dengan tegas menyampaikan kepada setiap OPD untuk sebaiknya rencana kerja setiap  OPD perlu  disingkronkan dengan  program Tekad. Tekad mempunyai pendamping mulai dari kabupaten, distrik dan kampung,  sehingga pendampingan kegiatan akan lebih fokus.  “Kepada Dinas Pemberdayaan dan Kampung agar segera berkomunikasi dengan OPD terkait,” pungkasnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.