Dinas PKHP Manokwari Siapkan 115 Petugas Awasi Hewan Kurban

0
Plt Kepala Dinas PKHP Kabupaten Manokwari, Nikson Karubaba. (foto: Gemelin/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (PKHP) Kabupaten Manokwari menyiapkan 115 petugas untuk mengawasi dan memeriksa kelayakan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Plt Kepala Dinas PKHP Kabupaten Manokwari, Nikson Karubaba, mengatakan anggaran pengawasan hewan kurban telah dialokasikan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 sehingga pelaksanaan pemeriksaan dapat berjalan optimal.

“Pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban akan dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Nikson kepada wartawan di Manokwari, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, ratusan petugas tersebut akan disebar di masjid, musala, dan lokasi pemotongan hewan kurban di wilayah Manokwari untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan sebelum dan sesudah pemotongan.

Menurut Nikson, pengawasan juga melibatkan relawan dari Universitas Papua (Unipa) dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari karena keterbatasan tenaga teknis di dinas.

“Kami tetap melibatkan relawan dari Unipa dan Polbangtan karena keterbatasan petugas di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, para relawan akan mendapatkan pembekalan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Pembekalan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan hewan melalui tahapan antemortem dan postmortem.

Nikson menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum pemotongan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak dipotong.

“Jangan sampai ada hewan sakit yang dipotong,” ujarnya.

Sementara itu, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah pemotongan untuk memastikan organ dalam, terutama hati dan lambung, bebas dari penyakit maupun cacing.

“Rata-rata sapi di Manokwari ditemukan cacing pada hati. Kalau jumlahnya banyak, maka tidak boleh dikonsumsi dan harus dibuang,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan hewan, Dinas PKHP juga mengingatkan pengurus masjid agar menyiapkan fasilitas pemotongan yang memenuhi standar higiene dan sanitasi.

“Kami rutin melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid tentang tata cara pemotongan yang baik, termasuk higiene dan sanitasi lokasi pemotongan,” ujar Nikson.

Ia mengakui hingga kini belum seluruh lokasi pemotongan hewan kurban di Manokwari memiliki fasilitas yang memadai.

Karena itu, pihaknya berharap setiap masjid dapat menyediakan tempat pemotongan khusus dengan sistem pembuangan darah, kulit, dan limbah yang tertata agar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap sehat, aman, utuh, dan halal dikonsumsi. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses