Bertambah 1 dari Kota Sorong, Jumlah Kumulatif Kasus Positif di Papua Barat 209 Kasus

0
251
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat menyampaikan perkembangan terkini per 15 Juni 2020.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr.Arnoldus Tiniap memaparkan, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 1 kasus, berasal dari Kota Sorong. Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah Papua Barat sebanyak 209 kasus. Dari jumlah tersebut, 87 orang dinyatakan telah sembuh (41,6%).
Sesuai rincian per kabupaten/kota, pasien positif dari Kota Sorong sebanyak 73 orang, sembuh 5 orang. Bintuni positif 50 orang, sembuh 40 orang, Kabupaten Sorong positif 46 orang, sembuh 21 orang, Raja Ampat positif 19 orang, sembuh 13 orang,Manokwari positif 11 orang,sembuh 7 orang, Fakfak positif 5 orang,sembuh nol, Wondama positif 3, sembuh nol, Manokwari Selatan positif 1 orang, sembuh 1 orang.
Sedangkan yang meninggal dunia 18 orang.PDP14 orang, asal Kota Sorong 8 orang, Manokwari 1 orang, Bintuni 4 orang dan 1 dari Raja Ampat. ODP 1 orang dari Kota Sorong. Positif 3 orang, dari Kota Sorong.
Sedangkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) hari ini ada tambahan 1 orang, berasal dari Fakfak. Total 1171 orang, yang masih dalam pemantauan 288 orang, selesai pemantauan 883 orang.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada tambahan hari ini. Total sebanyak 92 orang. Masih dalam pengawasan 15 orang, selesai pengawasan 77 orang. Untuk Orang Tanpa Gejalah (OTG) hari ini tambah 6 orang, dari Fakfak 3 orang, Wondama 2 orang dan Kaimana 1 orang. Total OTG 2064, masih dalam pemantauan 871 orang, selesai pemantauan 1193 orang.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat mengimbau kepada semua warga untuk mulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru. “Kebiasaan baru berarti melaksanakan upaya-upaya pencegahan (protokol kesehatan) seperti pakai masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak saat interaksi dengan orang lain. Sampai kapan kebiasaan baru ini dilakukan? Sampai ada vaksin atau obat yang efektif untuk mengatasi penyakit ini!!!,” demikian keterangan dr.Arnold. (aa/bm)
Editor: BUSTAM
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.