WAISAI,KLIKPAPUA.com- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya serta sejumlah perbankan untuk mengimplementasikan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.
Kecamatan Kota Waisai ditetapkan sebagai wilayah pilot project program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Ampat Herman Soor mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Raja Ampat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah.
Program KEJAR di Raja Ampat diberi nama lokal Gerakan NOKEN, akronim dari No kOnsumtif giatKan gEmar meNabung, dengan tagline KAPOWEN atau Kami Siap Wujudkan Kebangkitan Ekonomi.
Nama tersebut merupakan gagasan Manager Madya OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Stella Sitanala, yang disepakati sebagai pendekatan kearifan lokal untuk memotivasi generasi muda Raja Ampat dalam mengelola keuangan.
Stella menjelaskan, penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat Papua tidak hanya dimaknai sebagai upaya memperluas akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga menjadi bagian dari pemberdayaan sosial dan pelestarian budaya lokal.
Ia menyebut noken, tas tradisional khas Papua, sebagai simbol kebersamaan, tanggung jawab, kemandirian, dan keberlanjutan hidup yang selaras dengan semangat literasi keuangan.
“Noken tidak sekadar digunakan sebagai alat membawa hasil kebun atau kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna filosofis sebagai simbol harapan dan persiapan masa depan,” ujar Stella.
Program KEJAR di Raja Ampat diawali dengan penguatan kapasitas kepala sekolah sebagai motor penggerak literasi dan inklusi keuangan di Kecamatan Kota Waisai pada 22 Juli 2025.
Herman Soor menegaskan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama Bupati Raja Ampat berkomitmen mendukung penuh implementasi program tersebut di Kecamatan Kota Waisai pada tahun ini.
Program yang juga disebut Generasi NOKEN itu diharapkan melahirkan generasi muda Papua yang sadar finansial, adaptif terhadap perkembangan layanan keuangan digital, sekaligus tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. Akronim NOKEN dalam konteks ini juga dimaknai sebagai Generasi Melek Keuangan dan Inklusif.
Implementasi program KEJAR di Raja Ampat merupakan bagian dari upaya mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Program ini juga menjadi bentuk implementasi Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2022 tentang Akselerasi Implementasi Program KEJAR, serta Keputusan Bupati Raja Ampat Nomor 188/109/SK-BRA/XII/2022 tentang Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Melalui pendekatan budaya lokal tersebut, pelaksanaan program KEJAR diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kepemilikan rekening pelajar, tetapi juga menanamkan budaya menabung, perencanaan keuangan, dan kemandirian ekonomi sejak dini bagi generasi muda di Raja Ampat, Papua Barat Daya. (rls)





















