Antropologi UNIPA Gelar Diskusi Publik dan Launching Buku Tentang Budaya Pendidikan Berpola Asrama di Papua 

0
Para narasumber, dosen dan mahasiswa, saat memegang buku Masa Lalu dan Masa Depan Pendidikan Berpola Asrama, sambil membuat salam literasi, usai kegiatan Diskusi Publik dan Launching Buku dalam rangka Mata Kuliah Jurnalisme Kebudayaan yang dilakukan oleh Jurusan Antropologi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua dalam rangka program Antropologi Edukatif yang berlangsung di Aula Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Jumat (28/4/2023). (Foto: Ist)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Jurusan Antropologi, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (FASBUD-UNIPA) menggelar Diskusi Publik dan Launching Buku dengan tema “Budaya Pembinaan dan Pendidikan Berpola Asrama di Papua” yang berlangsung di Aula Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Jumat (28/4/2023).
Kegiatan ini sekaligus melaunching buku tentang “Masa Lalu dan Masa Depan Pendidikan Berpola Asrama” yang ditulis oleh Dosen Antropologi Universitas Papua, Roberthus Yewen dan kawan-kawan (dkk).
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa narasumber, yakni Wakil Direktur Pascasarjana, Yafet Syufi, Dosen Antropologi, Alfando Luas dan Alumni Asrama Mahasiswa Acemo Manokwari di Jayapura, Clemens Mandacan.
Roberthus Yewen mengungkapkan bahwa Diskusi Publik dan Launching Buku ini dalam rangka mata kuliah Jurnalisme Kebudayaan yang diasuhnya.
“Saya telah berikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat riset-riset kecil di asrama mahasiswa milik pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Manokwari. Hasilnya kita bawa dalam diskusi publik dan launching buku yang berkaitan dengan kehidupan budaya pembinaan dan pendidikan berpola asrama di Papua,” ungkapnya, Jumat siang.
Dosen yang akrab disapa Yewen mengatakan, kehidupan berpola asrama sangat penting, sebab dapat membina intelektual, fraternitas (kebersamaan), mental dan membangun spritualitas dalam kehidupan sehari-hari di dalam asrama dan kedepan akan terbawa dalam kehidupan berkeluarga dan pekerjaan.
“Dalam riset yang dilakukan oleh mahasiswa di asrama yang saya tugaskan dan buku ini kita melihat tentang pentingnya kehidupan berpola asrama bagi kehidupan mahasiswa kedepan,” ujarnya.
Dia berharap, diskusi publik dan buku yang ditulis ini dapat memberikan dampak terhadap budaya pembinaan dan pendidikan kehidupan berpola asrama yang ada di tanah Papua.
“Dengan adanya diskusi dan buku yang saya tulis ini dapat memberikan subangsi dalam melihat pola kehidupan berasrama milik pemda yang ada di Papua,” harap Yewen.
Senada dengan itu, Pelaksana Tugas Ketua Jurusan Antropologi, Musa Ayorbaba memberikan apresiasi terhadap diskusi publik dan launching buku yang dilakukan tersebut.
Menurut Musa, dengan kegiatan ini pihaknya akan mendiskusikan tentang format atau pola pembinaan asrama mahasiswa yang ada di Papua. Salah satunya adalah kurikulum dalam pembinaan di asrama.
“Perlu kita lihat kurikulum yang baik, sehingga dapat dijadikan sebagai aturan dalam pembinaan di asrama seperti yang dilakukan oleh asrama-asrama di bawah naungan yayasan,” ungkapnya.
Musa berharap, diskusi ini akan membuka ide dan gagasan baru bagi mahasiswa, guna melakukan riset kedepan tentang pola kehidupan bersama seperti misalnya, kepemimpinan, kebersamaan dan lain sebagainya.
“Kami harapkan mahasiswa yang ikut diskusi ini dapat menemukan ide-ide dan gagasan baru serta mempunyai tema-tema dalam melakukan riset dan penelitian kedepan, guna melihat kehidupan mahasiswa yang ada di asrama-asrama,” harapnya. (red)




Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.