MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Sebanyak 191 tim perahu dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam Festival Raimuti 2026 yang digelar Kodam XVIII/Kasuari di Dermaga H. Rahman Mansim, Arfai, Manokwari, Kamis (6/8/2026). Festival ini juga diramaikan oleh 30 pelaku UMKM binaan Kodam XVIII/Kasuari.
Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari Brigadir Jenderal TNI Dian Hardiana mengatakan, festival tersebut digelar untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi wadah apresiasi terhadap potensi maritim Papua Barat.
“Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud nyata kebanggaan kita terhadap kekayaan budaya bahari dan komitmen Kodam Kasuari untuk bertugas secara profesional, responsif, serta manunggal dengan rakyat,” kata Dian.
Ke-191 tim tersebut terbagi dalam tiga kategori lomba, yakni Dayung Tradisional Putra yang diikuti 84 tim dari seluruh kabupaten di Papua Barat, termasuk dari Pulau Yapen; Dayung Tradisional Putri yang diikuti 33 tim; serta Perahu Motor yang diikuti 15 tim.
Selain lomba dayung dan perahu motor, festival turut memberdayakan perekonomian daerah melalui keterlibatan 30 pelaku UMKM binaan Kodam XVIII/Kasuari di sekitar Manokwari.
Dalam pameran tersebut, para pelaku UMKM menyajikan beragam stan kuliner, produk olahan, oleh-oleh, hingga kerajinan khas Papua.
Dian meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan mengutamakan keselamatan selama bertanding di perairan, salah satunya dengan mewajibkan penggunaan pelampung.
Ia juga meminta panitia dan dewan juri bertindak adil, transparan, dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan apresiasi kepada Kodam XVIII/Kasuari atas inisiatif penyelenggaraan festival budaya dan pariwisata tersebut.
“Pulau Raimuti bukan sekadar pulau, melainkan bagian dari sejarah dan kearifan lokal Manokwari. Melalui festival ini, kita berupaya memperkenalkannya kepada masyarakat luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat,” ujar Dominggus.
Ia mengajak masyarakat untuk membeli produk kuliner dan kerajinan UMKM binaan yang dipamerkan, serta bersama-sama menjaga keamanan daerah agar aktivitas pembangunan, pendidikan, dan roda ekonomi di Papua Barat dapat berjalan kondusif.
“Dengan semangat membangun hati mempersatukan kasih, mari kita wujudkan Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri,” pungkasnya. (mel)





















