Puluhan Mama Papua Ikut Bimbingan Managemen Usaha

0
284
Kaum perempuan Papua Kaimana ikut bimbingan managemen usaha yang digelar Dinas PPPA Papua Barat.

KAIMANA,KLIKPAPUA.COM- Guna meningkatkan pendapatan ekonomi bagi mama-mama Papua pelaku usaha industri rumahan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Papua Barat melaksanakan kegiatan bimbingan manajemen usaha bagi mama-mama Papua di Kaimana, 16-17 Oktober 2019.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pertemuan GPI Rehobot ini bertujuan memberikan kesempatan bagi perempuan khususnya mama-mama Papua agar dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada disekitar dalam berwirausaha, serta meningkatkan pendapatan keluarga.

Bimbingan managemen ini sendiri dibuka Asisten II Setda Kaimana Tahmid Husein dan menghadirkan nara sumber; Elsina Y. Sesa, S.Sos,MM Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat, serta Maria Irene Arim, SP,M.Sc Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Papua Manokwari.

Asisten II Tahmid Husein mewakili Pemerintah Kabupaten Kaimana menyampaikan selamat mengikuti kegiatan bimbingan managemen usaha yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat. Dikatakan, peran perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga tidak hanya dimiliki oleh wanita karir melainkan juga oleh kelompok masyarakat di kelas menengah kebawah.

“Tidak bisa dipungkiri, betapa besar peran perempuan dalam meningkatkan kesejahtaraan keluarga. Selain sebagai ibu rumah tangga, fakta juga menunjukkan bahwa perempuan telah menunjukkan kekuatannya dalam menopang ekonomi keluarga,” ungkapnya membacakan sambutan tertulis Bupati Kaimana.

Namun disisi lain lanjut Tahmid, peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga belum dapat dilakukan dengan maksimal karena adanya sejumlah permasalahan dan permasalahan tersebut bagi perempuan justru merupakan beban.

Disebutkan, kendala yang dihadapi perempuan dalam usaha adalah keterbatasan waktu akibat peran ganda perempuan, kurang  dukungan akibat struktur sosial masyarakat yang memandang perempuan sebagai kelas dua, serta kurang akses terhadap akibat rendahnya daya perempuan dalam menyerap informasi.

“Kondisi umum ini juga dirasakan para perempuan Papua khususnya di Papua Barat. Kiprah perempuan dalam menopang ekonomi keluarga secara kuantitas memang kita akui, tetapi secara kualitas belum maksimal, karena yang dilakukan hanyalah sebatas menopang kebutuhan keluarga yang sifatnya sementara. Untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan ada keberpihakan yang dapat membantu para pelaku ekonomi khususnya perempuan,” pungkasnya.(iw)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.