Dinas Kelautan dan Perikanan Kaimana Gelar Diversifikasi Usaha Wanita Nelayan 

0
Puluhan Wanita Nelayan di Kaimana mengikuti disversifikasi usaha dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaimana. (Foto: Laurens/klikpapua)

KAIMANA,KLIKPAPUA.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaimana menggelar diversifikasi usaha wanita nelayan melalui pengolahan produk dan sertifikasi bagi Kampung Namatota, Lakahia dan Kaimana Kota, Selasa (10/07/2024).

Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Perwakilan Project Manager GEF 6, Nurhayati Anarkhis dan Perwakilan dari BPOM Papua Barat, Eka Gusnawati.

Perwakilan Project Manager GEF 6, Nurhayati Anarkhis dalam sambutan mengatakan, GEF-6 merupakan project kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Perikanan Tangkap bersama WWF US.

“Jadi saya hadir di Kota Senja sebagai pemberi dana dan hibah dari kegiatan ini,” terang Nutlrhayati.

Dijelaskan, Target utama GEF-6 dalam kegiatan ini, adalah memberdayakan nelayan perempuan agar bisa mandiri melalui sumber daya Perikanan dan kelautan di Kabupaten Kaimana.

Ia berharap, melalui diversikfikasi ini, nelayan perempuan di Kaimana, bisa memperoleh ilmu dan pengetahuan dalam memahami pengolahan produk perikanan, sehingga memberikan dampak yang positif bagi kehidupan dimasa yang akan datang.

“Jadi kegiatan ini tidak hanya sampe disini, tetapi apa yang diperoleh akan dipergunakan secara berkelanjutan, melalui usaha ini dapat meningkatkan taraf hidup, ” tegasnya.

Plh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kaimana, Ika Damayanti menyebutkan, kegiatan diversifikasi usaha wanita nelayan melalui pengolahan produk dan sertifikasi bagi Kampung Kampung Namatota, Lakahia dan Kaimana, pihaknya hanya sebagai fasilitator.

“Jadi verifikasi merupakan peningkatan nilai tambah dari hasil pengolahan produk perikanan,”ucapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi wanita nelayan di Kaimana, dalam meningkatkan dan memvariasikan hasil pengolahan produk perikanan.

melaui ikan mentah divariasikan menjadi ikan abon dan memiliki label halal dan terdaftar di BPOM.

Hadir dalam kegiatan itu, Rian Yuslifer dari Dinas Perindakop Kaimana, Eva Jubaida dari UMKM Kaimana serta 40 peserta perwakilan dari Kampung Namatota, Lakahia dan Kaimana. (lau)





Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.