Bupati Kaimana: Ini Pesta Rakyat, Jangan Saling Gontok-Gontokan

0
60
Bupati didampingi Istri saat menggunakan hak pilih di TPS 05 kompleks rumah negara Krooy.
KAIMANA,KLIKPAPUA.com–Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma, MM mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kaimana, terutama yang mempunyai hak memilih bahwa Pilkada merupakan pesta rakyat, sehingga tidak perlu saling gontok-gontokan. Sebaliknya, masyarakat harus bisa menahan diri sambil menunggu hasil resmi perolehan suara.
Bupati menyampaikan ini ketika ditemui disela memberikan hak suara di TPS 05 Krooy, Rabu (9/12/2020). Didampingi Istri Ny. Conni Mairuma, Bupati mengatakan, tensi politik pasca pemungutan suara ini harusnya mulai berkurang.
“Pemilihan ini hal yang biasa. Setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat diberikan hak dan kewenangan untuk memilih pemimpinnya. Pak Presiden selalu menyampaikan bahwa ini pesta rakyat. Jadi kalau pesta jangan ada saling gontok-gontokkan. Memang pemaknaan dan pemahaman politik ini berbeda-beda antara warga masyarakat dan komunitas lain-lain. Sebagai Bupati saya berharap persiapan awal sampai dengan puncak ini harusnya tensinya sudah klimaks dan mulai turun,” ungkapnya.
Bupati mengajak para pasangan calon maupun tim kerja masing-masing untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, terutama para pendukung agar menahan diri sambil menunggu penetapan resmi oleh lembaga yang berwenang. “Kita tunggu rekapitulasi di TPS, dimana rekapitulasi ini nanti diamankan oleh KPPS lalu geser ke tempat penyimpanan kotak suara untuk direkapitulasi di tingkat distrik. Sebagai pembina politik saya menghimbau kepada pihak terkait untuk memberikan pemahaman yang baik kepada warga masyarakat apalagi kepada pendukung masing-masing. Untuk apa ribut-ribut karena tidak mungkin diulang lagi. Nanti baru dilakukan lagi 2024. Semua persiapan dan lain-lain puncaknya hari ini,” ujarnya Bupati Kaimana dua periode ini.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Ismail Sirfefa, S.Sos,MH juga mengatakan, agar pelaksanaan Pilkada ini maupun hasil yang nanti akan diumumkan, tidak menimbulkan gesekan antara yang satu dengan yang lain. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan kembali ke aktivitas masing-masing.
Ia juga meminta para penyelenggara agar proses penghitungan suara dapat dilakukan dengan menjunjung tinggi azas kejujuran. “Harus jujur dan jangan ada penyimpangan karena ketika kita berbicara demokrasi, inputnya sudah ada. Kita harus junjung tinggi itu. Siapa pun yang menjadi pemimpin, dialah pemimpin kita semua,” ujarnya. (iw)
 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.