BPOM PB Akan Laksanakan 3 Program Pangan di Kaimana

0
Kegiatan advokasi awal yang dilaksanakan BPOM Papua Barat di Kaimana.
KAIMANA,KLIKPAPUA.COM- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat hingga Oktober mendatang, akan melaksanakan 3 program terkait pangan di Kabupaten Kaimana yakni; Desa Pangan Aman, Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya dan Pangan Jajanan Anak Sekolah. Program ini terfokus di Kaimana karena Kaimana merupakan daerah tujuan wisata.
Hal ini disampaikan Kepala BPOM PB, Mojaza Sirait, S.Si.Apt saat kegiatan Advokasi Desa Pangan Aman, Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, serta Pangan Jajanan Anak Sekolah Tahun 2020 yang dilaksanakan di Kaimana Beach Hotel, baru-baru ini.
Dijelaskan, alasan utama dipilihnya Kaimana untuk penerapan tiga program dimaksud karena selain Pemerintah Kabupaten Kaimana yang selalu menyambut baik kegiatan BPOM, juga karena Kabupaten Kaimana saat ini menjadi salah satu tujuan wisata, sekaligus juga dalam rangka mempersiapkan SDM Kaimana yang unggul mulai dari tingkat Sekolah Dasar.
“Untuk tahap awal ini kami mengundang seluruh instansi teknis untuk bersama-sama membangun kesadaran dan kesepahaman tentang pangan aman, pasar aman dari bahan berbahaya, serta pangan jajanan sehat anak sekolah. Artinya sadar atau tidak sadar, saat ini Kaimana sudah mulai dikenal luas. Wisatawan sudah mulai berdatangan walaupun belum dalam jumlah yang banyak. Tetapi lambat laun jumlahnya pasti bertambah sehingga dalam menghadapi hal ini masyarakat perlu disiapkan,” ujar Sirait.
Dijelaskan, tiga program ini akan dilaksanakan hingga bulan Oktober, dengan sasaran para pelaku usaha terutama pelaku usaha di pasar dan desa pangan aman. “Pelaksanaannya hingga bulan Oktober. Pertama ini kami baru mengundang stakeholder, kedepannya kami juga akan memberikan pemahaman untuk para pelaku usaha terutama pelaku usaha yang ada di pasar. Berikutnya lagi akan ada desa pangan aman,” ungkapnya.
Sementara terkait pangan anak sekolah, BPOM akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman terkait pangan jajan anak sekolah yang sehat. Hal ini penting mengingat di beberapa kota besar sudah terjadi jajanan yang dijual kepada anak-anak sekolah mengandung bahan berbahaya.
“Untuk mencegah hal ini, maka pemahaman harus diberikan kepada anak-anak sekolah dan juga pihak sekolah. Sehingga mereka dapat terhindar dari jajanan yang tidak sehat. Memang saat ini di Kaimana belum ada kasus seperti  itu, tetapi alangkah lebih baik kalau kita mengantisipasinya supaya jangan sampai terjadi,” pungkasnya. (iw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.