14.005 KK di Kaimana Jadi Fokus Pendataan Awal Regsosek 2022

0

KAIMANA,KLIKPAPUA.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaimana, Masadi Y. Koupun, S.Si mengatakan, sedikitnya ada 14.005 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kaimana yang akan menjadi fokus pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022.

Pendataan dilakukan oleh 101 petugas, yang terdiri dari; 72 tenaga pencacah, 21 koordinator tim lapangan dan 8 koordinator kecamatan dengan waktu pendataan 15 Oktober 2022 hingga 14 November 2022.

Masadi Koupun menyampaikan ini saat dikonfirmasi disela pelatihan pembekalan bagi 101 calon petugas pendata awal Regsosek, Senin (3/10/2022)  

Ia menjelaskan, pendataan Regsosek merupakan kegiatan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan. Tujuannya adalah mendorong percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim, integrasi program, dan menuju satu data Indonesia.

Regsosek juga lanjut Masadi, merupakan upaya pemerintah mewujudkan satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya, partisipasi aktif masyarakat maupun pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan dalam kegiatan ini sangat diperlukan untuk pembaruan data secara berkesinambungan.

Selama proses pendataan lanjut Masadi, petugas pendata akan didampingi oleh koordinator tim lapangan dari BPS, mengingat pendataan yang dilakukan sangat penting dan membutuhkan ketelitian dari petugas pendata itu sendiri. 

“Terdapat 14.005 KK di Kaimana yang akan dilakukan pendataan. Untuk pendataan, BPS Kaimana akan menurunkan 101 petugas yang terdiri dari 72 tenaga pencacah, 21 koordinator tim lapangan dan 8 koordinator kecamatan,” terang Masadi. 

Untuk mencegah adanya petugas bayangan yang mengaku dari BPS, setiap petugas lapangan akan dilengkapi dengan surat tugas, peta wilayah dan kartu identitas (ID Card).

“Kita juga akan siapkan prasarana lainnya seperti dokumen kuisinoer. Sarana pendukung kita siapkan untuk kelancaran pendataan dan juga untuk menghindari adanya petugas bayangan,” ucapnya.  

Masadi berharap para petugas melakukan pendataan secara benar dan teliti sehingga tidak ada satu pun keluarga yang terlewatkan. 

“BPS juga sedang mendesain suatu aplikasi yang nantinya bisa digunakan oleh masyarakat yang belum didata. Sebab terkadang kendala dihadapi saat di lapangan orang yang didata tidak berada di tempat. Jadi melalui aplikasi ini mereka dapat menghubungi kami untuk dilakukan pendataan,” ungkapnya.(iw) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.