Filep Wamafma Hadiri Tradisi Maghi, Dukung Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

0
Senator Filep Wamafma saat menyerahkan sumbangan di tradisi Misi Katolik Maghi. (foto: Elyas/klikpapua)

FAKFAK,KLIKPAPUA.com– Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, menghadiri tradisi “Misi Katolik Maghi” di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (8/5/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua.

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga, kampung Gewerpe, Distrik Fakfak ini dimulai sejak pagi hingga sore menjadi bagian dari rangkaian perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua.

Kedatangan Senator Filep disambut dengan tarian adat khas Mbaham Matta sebagai simbol penghormatan kepada tamu.

Ketua Panitia Misi Katolik Maghi, Fredrikus Warpopor, mengatakan tradisi Maghi merupakan budaya masyarakat Mbaham Matta yang biasa dilakukan dalam berbagai hajatan adat maupun kegiatan keluarga.

Menurut dia, tradisi Misi Katolik Maghi diadopsi dari budaya “Kupang Maghi” yang berarti mengumpulkan harta atau dana untuk membiayai suatu kegiatan bersama.

“Tradisi ini menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap hajatan gereja sekaligus bagian dari syarat adat yang wajib dilakukan,” ujar Fredrikus.

Ia menjelaskan, seluruh suku di wilayah Mbaham Matta ikut ambil bagian dalam tradisi tersebut sebagai simbol kebersamaan dan dukungan terhadap perayaan Misi Katolik.

“Yang terpenting bukan soal besar kecilnya dana yang terkumpul, tetapi bagaimana masyarakat hadir dan memberi dukungan bagi perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua,” katanya.

Tradisi “Maghi” yang dimaknai sebagai bakti iman itu juga menjadi ajang penggalangan dana untuk mendukung pembangunan situs religi di Pulau Bonyom, Fakfak.

Dalam kesempatan tersebut, Filep turut memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp25  juta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan masyarakat.

Menurut Filep, kegiatan Misi Katolik Maghi memiliki nilai positif dalam menjaga warisan budaya, adat, dan spiritualitas masyarakat Papua.

“Acara adat ini dalam rangka perayaan Misi Katolik ke-132, bagi saya nilainya sangat positif,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Papua untuk terus memanfaatkan kreativitas dan kemampuan yang dimiliki guna membangun kehidupan sosial dan budaya yang lebih baik.

“Daripada setiap hari antre proposal, lebih baik menggunakan akal dan karunia yang Tuhan berikan demi memuliakan Tuhan,” katanya.

Ia mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur atas kepercayaan masyarakat Papua Barat yang telah memilih dirinya sebagai wakil rakyat di tingkat pusat.

“Sebagai anak Tuhan, kewajiban saya untuk terus membantu dan memuliakan nama Tuhan. Semoga bantuan ini dapat menunjang kegiatan Misi Katolik di Tanah Papua,” ujarnya. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses