Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia, Bustam: Almarhum Sosok Sederhana dan Sangat Menginspirasi

0
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Kabar duka menyelimuti pers Nasional,tokoh pers yang juga Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H.Zulmansyah Sekedang (54), meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026), pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung.
Jenazah almarhum akan diterbangkan ke Pekan Baru, Riau, untuk dimakamkan di sana. Sejumlah pengurus PWI Pusat dijadwalkan ikut dalam penerbangan nanti. Dunia pers Indonesia kehilangan salah satu figur paling berpengaruh dan bersahaja.
Zulmansyah dinilai menjadi simbol kepemimpinan yang menyejukkan di tengah dinamika dunia jurnalistik. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bukan hanya bagi Persatuan Wartawan Indonesia, tetapi juga bagi ekosistem pers Nasional.
Zulmansyah dikenal sebagai figur yang mampu meredam konflik dan menyatukan perbedaan. Di saat PWI sempat dilanda dualisme kepengurusan, ia tampil sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai kepentingan.
Zulmansyah menjadi salah satu aktor kunci dalam mengakhiri perpecahan organisasi dan mengembalikan stabilitas PWI. Kepemimpinannya tidak keras, tetapi tegas dengan pendekatan dialog dan kebersamaan.
Rekam jejaknya menunjukkan konsistensi yang jarang dimiliki banyak tokoh. Dari tingkat daerah hingga pusat, Zulmansyah menapaki karier organisasi dengan penuh komitmen.
Ia dua kali menjabat Ketua PWI Riau, kemudian naik ke level Nasional sebagai Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat.
Dalam masa transisi yang krusial, ia bahkan dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum, Ketua Umum (versi KLB), sebelum akhirnya menjabat Sekretaris Jenderal. Setiap posisi yang diemban tidak sekadar jabatan, tetapi ruang pengabdian untuk memperkuat marwah jurnalistik.
Yang paling menggambarkan totalitasnya adalah detik-detik terakhir hidupnya. Pada hari terakhir, ia masih aktif menghadiri agenda organisasi bahkan ikut dalam deklarasi penting komunitas wartawan.
Tak lama setelah itu, kondisi kesehatannya menurun drastis. Ia mengalami serangan jantung dan menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Ketua PWI Papua Barat, Bustam mengenang almarhum sebagai pribadi tenang, rendah hati, sangat peduli dan sederhana.
“Abang Zul, bagi kami pemimpin sejati. Pemimpin yang hebat, sangat sederhana, mudah didekati, dan sangat dekat dengan wartawan,” kenangnya.
“Saat beliau kami undang ke Manokwari, kami menyediakan kamar mewah, ia sampaikan kenapa saya dikasih kamar besar?, tapi saya sampaikan ini juga bantuan dari pihak hotel, yang mengupgrade,” kenangnya.
Saat almarhum ke Manokwari, menghadiri undangan PWI Papua Barat.
Bustam menilai pemimpin seperti ini tidak ingin di manja. Ia sangat paham betul bahwa ia datang untuk bekerja atau menghadiri undangan, bukan untuk mencari kemewahan. “Sikap seperti begini bikin beliau dekat dengan siapa saja dan jadi teladan dan sangat menginspirasi,” kata Bustam.
Zulmansyah meninggalkan warisan penting semangat persatuan, etika jurnalistik, dan komitmen terhadap organisasi. Nilai-nilai ini menjadi fondasi yang akan terus hidup dalam tubuh PWI. Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menyebutnya sebagai sosok yang total dalam pengabdian. (tim)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses